Nasional /
Follow daktacom Like Like
Ahad, 12/07/2020 10:21 WIB

Hingga Juli, Kemenkes Catat 71 Ribu Kasus DBD

Ilustrasi nyamuk penyebab DBD
Ilustrasi nyamuk penyebab DBD
JAKARTA, DAKTA.COM - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sebanyak 71.633 kasus demam berdarah dengue (DBD) hingga Juli 2020 di Indonesia, dengan angka kematian mencapai 459 kasus.
 
Sebanyak 10 provinsi melaporkan jumlah kasus terbanyak, di antaranya Jawa Barat (10.772), Bali (8.930), Jawa Timur (5.948), Nusa Tenggara Timur (5.539), Lampung (5.135), DKI Jakarta (4.227), Nusa Tenggara Barat (3.796), Jawa Tengah (2.846), Yogyakarta (2.720), dan Riau (2.255).
 
"Ini adalah provinsi yang berpotensi endemis, dari tahun ke tahun [jumlahnya] tinggi," ujar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik, Siti Nadia Tarmizi, dalam keterangan resmi yang diterima, Ahad (12/7).
 
Kendati mengalami peningkatan, namun jumlah kasus dan angka kematian pada 2020 diklaim menurun jika dibandingkan periode yang sama pada tahun 2019. 
 
Pada periode Januari-Juli 2019, Kemenkes mencatat sebanyak 112.954 kasus DBD di Indonesia, dengan angka kematian mencapai 751.
 
Sebelumnya, Siti juga sempat mengimbau masyarakat untuk mewaspadai DBD di tengah pandemi infeksi virus corona (Covid-19). Menurutnya, Indonesia terancam mengalami infeksi ganda akibat DBD dan Covid-19.
 
"Dari 460 kabupaten/kota yang melaporkan kasus DBD, sebanyak 439 kabupaten/kota yang juga melaporkan kasus Covid-19. Jadi ini ada infeksi ganda," ucap Siti, beberapa waktu lalu.
 
Untuk itu, Siti mengimbau masyarakat untuk melakukan gerakan 3M plus sebagai langkah pencegahan. 
 
Gerakan tersebut meliputi menguras penampungan air, menutup atau mengubur barang bekas yang bisa menjadi sarang nyamuk, dan mendaur ulang limbah barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
 
Sedangkan gerakan 'plus' adalah mencegah gigitan nyamuk seperti menggunakan losion dan obat antinyamuk.
 
Tak hanya itu, Siti juga mengimbau masyarakat untuk menjadi juru pemantik jentik (jumantik) dalam lingkungan keluarga. Jumantik bertanggung jawab memantau jentik nyamuk yang ada di lingkungan rumah.
 
''Prinsipnya kita sosialisasikan setiap orang jadi jumantik di rumah masing-masing, dan memastikan rumah kita tidak ada sarang nyamuk,'' pungkas Siti. **
Editor : Asiyah Afiifah
Sumber : CNN Indonesia
- Dilihat 608 Kali
Berita Terkait

0 Comments