Internasional / Eropa /
Follow daktacom Like Like
Senin, 24/08/2015 16:20 WIB

Jerman Perangi Sikap Rasisme Terhadap pencari Suaka

Bentrok dengan pencari suaka di Jerman
Bentrok dengan pencari suaka di Jerman

HEIDENAU_DAKTACOM: Menteri Dalam Negeri Jerman Thomas de Maiziere menyerukan polisi untuk menindak tegas militan rayap kanan dan rasis yang sebelumnya bentrok dengan aparat di luar penampungan pengungsi pencari suaka di kota Heidenau.

Diberitakan Reuters, Senin (24/8), de Maiziere mengecam aksi radikal kelompok sayap kanan ekstrem akhir pekan lalu.

"Di saat yang sama kita melihat gelombang masyarakat meminta bantuan, terjadi peningkatan aksi kebencian, penghinaan dan kekerasan terhadap para pencari suaka. Ini aneh dan tidak pantas terjadi di negara kita," kata de Maiziere.

"Setiap orang yang melakukan tindakan tidak pantas itu akan menghadapi kekuatan hukum," lanjut dia.

Pada bentrokan selama dua malam terakhir, 31 polisi terluka saat menghadapi ratusan militan radikal sayap kanan.

Fotografer Reuters pada malam Minggu lalu mengatakan, ada 200 militan yang kebanyakan mabuk, melempari polisi dengan kembang api dan botol. Beberapa di antara mereka berteriak "Heil Hitler."

Situasi masih tegang pada Minggu malam saat polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa sayap kanan radikal yang bentrok dengan demonstran sayap kiri.

Menteri Kehakiman Jerman Heiko Maas mengatakan bahwa tidak ada toleransi terhadap sikap rasisme dan xenofobia di negara itu.

Sebelumnya banyak politisi yang telah memperingatkan adanya peningkatan angka kekerasan terhadap warga asing dalam setengah tahun pertama 2015. Sebanyak 150 tindak pembakaran dan serangan lainnya tercatat terjadi di penampungan pengungsi.

Jerman yang memiliki hukum pengungsian yang liberal menjadi tujuan utama para pengungsi. Pemerintah menargetkan tahun ini jumlah pengungsi yang datang akan mencapai 800 ribu orang.

Beberapa politisi Jerman ingin memangkas anggaran untuk para pencari suaka dan mendesak negara Uni Eropa lainnya berbagi derita dengan menerima para pengungsi.

Sementara beberapa politisi lainnya meminta penambahan anggaran untuk pemerintah lokal bagi tempat tinggal, penanganan dan pendidikan para pengungsi. Pemrosesan aplikasi pengungsian juga diminta dipercepat dari yang sebelumnya memakan waktu hingga delapan bulan.

Reporter : Boy Aditya
Editor :
Sumber : CNN Indonesia
- Dilihat 999 Kali
Berita Terkait

0 Comments