Bekasi /
Follow daktacom Like Like
Jum'at, 17/04/2020 10:57 WIB

Momen Paling Bahagia: Saat Dekat dengan Allah

Ustadz Bachtiar Nasir
Ustadz Bachtiar Nasir
DAKTA.COM - Oleh: KH. Bachtiar Nasir
 
Momen mendekatkan diri kepada Allah adalah saat yang sangat berbahagia. Para ulama sudah mengumpulkan banyak sekali manfaat-manfaat zikir baik dari al-Quran, as-Sunah, riwayat, maupun dari pengalaman-pengalaman orang-orang yang saleh. 
 
Saudara-saudaraku! Mana dalam hidup ini yang lebih tinggi melebihi mengingat Allah sehingga mendapat rida dari Maha Penyayang? Berzikir juga dapat menyebabkan datangnya cinta Allah pada seorang hamba jika dia mencintai-Nya. Di samping itu, berzikir memberikan pengaruh untuk senantiasa kembali kepada Allah Ta’ala.
 
Ada saatnya di mana kita harus kembali kepada Allah. Suka atau tidak suka akan innalillahi wa inna ilaihi raji’un (kita hanya milik Allah, dan hanya kepada-Nya kita akan kembali). Tapi kondisi kembali yang paling membahagiakan adalah kalau kita dalam keadaan rida kepada Allah dan Dia pun meridai kita.
 
Ketika seorang hamba sudah merasakan kedekatan kepada Allah dengan berzikir, maka percayalah, dia akan berada dalam kondisi ketenangan yang luar biasa terbebas dari takut, rasa cemas dan sedih.
 
Selain itu, berzikir membuat seseorang merasa diawasi (muroqabah) karena begitu dekatnya merasa terpantau, terawasi oleh pengawasan-pengawasan Allah dan pengawasan malaikat-Nya dan ini lah sebetulnya inti dari pada al-imaanu bil-ghaib (iman pada yang ghaib), dan itu adalah sebuah perasaan yang agung. 
 
Ini terjadi ketika seorang hamba merasa dalam pengawasan Allah karena begitu dekatnya.  Kita berdoa: “Ya Allah rezekikalah kepada kami lisan yang berzikir dan hati yang senantiasa khusyuk kepada-Mu dan kembali kepada-Mu.
 
Manfaat lain dari pada berzikir adalah Allah membukakan pintu-pintu ma'rifatullah (mengenal Allah).  Ilmu yang paling tinggi adalah ilmu mengenal Allah dan hanya Allah berikan kepada hamba-hamba yang senantiasa berzikir kepada Allah Subhanahu wata’ala. Semoga Allah rezekikan kepada kita seabgai hamba yang senatiasa berzikir kepada-Nya.
 
Saudara-saudaraku! Berzikir itu bisa membuat seorang yang berzikir merasakan keagungan Allah Subhanahu wata’ala. Tahukah Anda faedah dari pada keagungan Allah jika sudah dirasakan di hati? Coba bertanya pada diri sendiri, kira-kira seberapa mulianya posisi kita di hadapan Allah? Tanyakan hatimu seberapa muliakah Allah?
 
Seberapa agung Allah dalam hatimu ketika disebut nama-Nya? Seberapa besar goncangan cinta kepada-Nya ketika disebut nama Allah dan dibacakan ayat-ayatNya? Seberapa kuat getaran tawakal kepada-Nya? Percayalah berzikir dan  tilawah al-Qur`an,  membuat hati ini bisa merasakan keagungan Allah Subhanahu wata’ala. Inilah orang yang beruntung dalam hidup semoga Allah berikan kekuatan pada kita semua dan Allah rezekikan kepada kita semua kekuatan untuk bisa berzikir.
 
Saudara-saudaraku para pembaca! Orang-orang yang senantiasa berzikir maka zikirnya akan menghidupkan kalbu. Yang tadinya mati dan sekarat, tiba-tiba hidup. Berzikir itu juga menguatkan kalbu, ruh serta fisik.
 
Sebetulnya fisik bukanlah standar utama. Yang pertama menentukan kekuatan seseorang dalam menghadapi apa saja ditentukan oleh kekuatan kalbunya. Sebesar dan sekuat apapun fisik kalau kalbunya terserang al-wahn: cinta dunia takut pada kematian, percayalah orang ini menjadi orang lemah. 
   
Sebaliknya jika badan sakit dan diancam, walau kondisi pedang di leher sekalipun dia tak pernah takut karena kekuatan sudah dia miliki di kallbunya. Sehingga dia bisa menyelesaikan banyak masalah dan dia kuat mengahadapi berbagai macam tantangan. Itu hanya terjadi ketika hati dah ruh kuat yang diraih oleh orang-orang yang senantiasa berzikir pada Allah Subhanahu wata’ala.
 
Saudara-saudaraku! Berzikir juga bisa membuat kalbu yang tadinya terdapat bercak-bercak hitam menjadi terang. Kalbu kemudian menjadi bening dan cahayanya memancar terang sehingga mampu menangkap objek yang terlihat maupun di balik sesuatu yang terang.
 
Mata ini penuh dengan kelemahan; tidak mampu melihat yang tak terlihat; tidak mampu mengindra yang tak dapat terindra, tidak mampu melihat sesuatu di balik sesuatu, semua itu sangat di tentukan oleh bening dan keruhnya kalbu manusia, hanya atau dengan mengingat Allah.
 
Zikir membuat kalbu kita semakin kuat apalagi jika kalbu sering kita doakan misalnya: “Wahai Engkau ya Allah yang membolak balikan hati, teguhkanlah hati ke jalan agama-Mu. Wahai Maha yang menggeser-geserkan hati, Maha merubah-rubah isi hati! Teguhkanlah hati kami di jalan ketaatan kepada-Mu ya Allah!”
 
Sungguh itu sebuah rezeki besar ketika kita diberi kekuatan oleh Allah  melantunkan berbagai zikir dan doa. Ini banyak sekali manfaatnya, terutama kekuatan dalam kondisi kita hari ini di masa pandemi. Sungguh itu sebuah rezeki besar;  ketika kita diberikan kekuatan hati oleh Allah Subhanahu wata’ala. Karenanya berbagai zikir, doa akan mendatangkan banyak sekali manfaat terutama kekuatan.
 
Dalam kondisi kita hari ini kita butuh metabolisme tubuh yg kuat. Kita butuh optimisme. Kita harus menutup diri dari berbagai macam pesimisme dan rasa takut. Kita harus menjadi orang yang teguh dan tidak ada jalan kecuali senantiasa berzikir kepada Allah Subhanahu wata’ala. **
Editor : Asiyah Afiifah
Sumber : KH. Bachtiar Nasir
- Dilihat 648 Kali
Berita Terkait

0 Comments