Internasional / Amerika /
Follow daktacom Like Like
Jum'at, 21/08/2015 10:18 WIB

WHO Beri Layanan Kesehatan Bagi Pengungsi Sudan Selatan

Logo  PBB
Logo PBB

JENEWA_DAKTACOM: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan badan kesehatan dunia itu dan mitranya bergegas mengatasi kebutuhan kesehatan ribuan orang yang menjadi pengungsi di dalam negeri mereka di bagian timur-laut Sudan Selatan.

Pada Februari 2014, WHO menyatakan krisis kesehatan di Sudan Selatan berada pada "Tingkat 3", tingkat tertinggi dalam masalah kondisi darurat kemanusiaan.

Menurut WHO, sejak Agustus lebih dari 10.000 orang telah tiba di tempat perlindungan warga sipil Malakal di Negara Bagian Upper Nile, akibat blokade bantuan selama satu bulan di wilayah tersebut. Arus itu membuat pencari suaka ke lokasi tersebut jadi 46.567; banyak keluarga berdesakkan tanpa, atau hanya sedikit, akses ke kebersihan atau air yang aman.

"Malakal sekarang menjadi tempat tinggal ribuan orang Sudan Selatan dan orang yang berdesakkan dengan mudah mengakibatkan air tercemar dan penyebaran penyakit seperti disentri, diare berdarah, hepatitis E dan kolera," kata Allan Mpairwe, Kepala Penanganan Wabah dan Bencana WHO di Sudan Selatan.

Mengingat rentannya situasi mereka, WHO menyatakan ada kebutuhan mendesak untuk memperkokoh mekanisme kerja sama guna meningkatkan layanan kesehatan, pembagian air, layanan kesehatan dan kebersihan guna mencegah wabah penyakit.

"Ada kebutuhan serius layanan perawatan kesehatan dan akses ke kebersihan serta air minum yang bersih. WHO dan mitra penyedia kesehatan bergegas untuk memastikan pasokan tersedia guna mencegah penularan dan penyebaran penyakit, terutama pada warga yang rentan seperti anak kecil, perempuan hamil dan orang cacat," kata Mpairwe.

Selain kolera dan penyakit lain yang menyebar melalui air, malaria, campak dan polio menjadi ancaman utama kesehatan masyarakat bagi orang yang menjadi pengungsi di dalam negeri mereka, demikian laporan Xinhua, Jumat pagi. Dalam menanggapi secara cepat arus pengungsi tersebut, tambahan klinik dan tempat pemberian layanan telah dibuka guna meningkatkan akses ke pencegahan, pemeriksaan dan penanganan ancaman serius itu.

WHO telah mendukung mitra pemberi layanan kesehatan untuk memberi lebih dari 37.000 orang yang jadi pengungsi di dalam negeri mereka vaksin kolera dan babak pertama serta babak kedua diperkirakan dimulai pada 1 September.

WHO dan mitranya juga menanggapi wabah kolera, yang telah menyerang lebih dari 1.600 orang dan mengakibatkan 43 kematian sejak Mei sampai 15 Agustus di Kabupaten Bor serta Juba di Sudan Selatan.

Kantor Wakil WHO di Sudan Selatan akan terus mendukung Kementerian Kesehatan dan mitra pemberi layanan kesehatan di tingkat pusat serta sub-nasional untuk memperkuat layanan kesehatan guna melakukan campur-tangan kualitas, aman serta efektif buat mereka yang memerlukan.

Editor :
Sumber : ANTARANews
- Dilihat 714 Kali
Berita Terkait

0 Comments