Wawancara /
Follow daktacom Like Like
Kamis, 20/08/2015 15:09 WIB
Gathering Wirausaha Cirebon

Kanwil DJP Jabar II Ajak Pelaku Usaha Sadar Pajak

Gathering Wira Usaha di hotel  Patra Jasa Cirebon
Gathering Wira Usaha di hotel Patra Jasa Cirebon

CIREBON_DAKTACOM: Sedikitnya 80 persen APBN kita berasal dari pajak. Berbagai upaya dilakukan oleh Dirjen pajak untuk menghimpun pajak dari masyarakat, tak terkecuali dari pelaku  Usaha Kecil Menengah. Termasuk menumbuhkan kesadaran wajib pajak untuk membayar pajak. Untuk menguak upaya yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pajak, Syifa Faradilla mewawancari Bayu Agatian selaku kepala seksi bimbingan pengenaan Direktorat Jenderal Pajak Jawa Barat II, saat berlangsung Gathering  Wirausaha di Hotel Patra Jasa, Cirebon Kamis (20/8/15), berikut hasil wawancaranya:

Syifa Faradilla: Bagaimana menurut bapak antusias pengusaha pada kegiatan gathering di Cirebon ini ?

Bayu Agatian: Alhamdulillah, saya melihat peserta sangat antusias mengikuti acara ini, karena mereka ingin membuka wawasan mereka. Sebagaimana kita ketahui dalam kondisi krisis saat ini peserta ingin mengetahui usaha apa yang cocok seperti saat ini.

 Syifa Faradilla: Feedback apa yang dicoba disinkronkan dengan Direktorat Jenderal Pajak?

Bayu Agatian: Pada kondisi jangka panjang, kita tidak bisa mendapat feedback jangka pendek. Dalam jangka pendek kita bisa melihat pengusaha mana yang belum memiliki NPWP. Mereka  akan kita himbau memiliki NPWP.

Dalam jangka panjang kita menekankan terjadi ikatan emosional, bahwa kegiatan ini adalah pembinaan dari DJP Jabar 2. Targetnya  untuk mengajak mereka berusaha dan sadar bahwa ada kepentingan negara di dalam kegiatan usaha mereka. Dan ada kewajiban sebagai warga negara untuk membayar pajak yang akhirnya feedbacknya akan kembali kepada pengusaha itu sendiri.

Syifa Faradilla: Seperti apa tingkat kesadaran para pelaku usaha membayar pajak ?

Bayu Agatian: Dari data statistik yang pernah dirilis, di tahun 2011-2014 dari sektor  pelaku UKM tingkat kepatuhan pajaknya masih rendah dalam kepatuhan membayar pajaknya. Kegiatan gathering ini menjadi upaya kita dengan merubah tema kali ini. Memang tema kali ini modelnya kita rubah lebih merangkul, memberikan pembekalan, memberikan pendampingan supaya ada kesadaran langsung dalam diri pengusaha tersebut.

Syifa Faradilla: Upaya apa yang telah dilakukan untuk mendorong wajib pajak mau membayar pajak

Bayu Agatian: Upaya cukup banyak sebagai contoh himbauan, kemudian mencari data dari berbagai sumber seperti perbankan, dari asosiasi perdagangan ekspor impor dan kita sampaikan kepada pengusaha bahwa kami memiliki data tersebut. Dan tahun ini kami memiliki program pembinaan wajib pajak. Jadi apabila belum melaoprkan silahkan melaporkan dan tahun ini kami akan memberikan penghapuskan sanksi untuk tahun 2015. Program ii pun sudah berjalan tahun ini dan program ini menarik bagi para pengusaha yang belum pernah melaporkan pajak.

Syifa Faradilla: Kendala apa yang mereka hadapi dalam pembayaran pajak ?

Bayu Agatian: Kendalanya adalah waktu mereka untuk bertemu petugas pajak erta kesadaran untuk melaporkan. Padahal kami sudah berupaya mengekspos melalui media dan menyediakan pelayanan melalui sisrem online. Artinya dari segi teknis tidak ada kendala karena petugas pajak kita siap melayani setiap pertanyaan yang disampaikan. Jadi kendalanya adalah lebih dari kesadaran dari wajib pajak yang belum pernah melaporkan ke kantor pajak.

Syifa Faradillah: Apa yang diharapkan dengan pendekatan seperti ini?

Bayu Agatian: Kedepan kita ingin wajib pajak lebih meningkat dari sisi kepatuhan dan pembayarannya lebih riil dari yang seharusnya dilaporkan. Karena jika penerimaannya lebih meningkat maka manfaat yang dirasakan pun meningkat.  Kerena 80 persen APBN Negara kita berasal dari pajak, dan kedepan tidak akan bergantung kepada sector minyak.

Editor :
Sumber : Syifa Faradilla
- Dilihat 1756 Kali
Berita Terkait

0 Comments