Galeri Dakta /
Follow daktacom Like Like
Senin, 24/02/2020 08:07 WIB

Kriteria Pemimpin dalam Perspektif Islam

Taklim Bulanan Radio Dakta bersama Mustofa Nahrawardaya
Taklim Bulanan Radio Dakta bersama Mustofa Nahrawardaya
BEKASI, DAKTA.COM - Menjadi seorang pemimpin tidaklah mudah karena harus memiliki kriteria yang ideal agar dapat membawa kemajuan pada apa yang dipimpinnya.
 
Mustofa Nahrawardaya yang merupakan Pemimpin Redaksi Majalah Tabligh menuturkan kriteria ideal yang patut dimiliki oleh seorang pemimpin dalam Taklim Bulanan Radio Dakta, Ahad (23/2).
 
Menurutnya, kriteria yang paling utama bagi seorang pemimpin dari perspektif Islam haruslah bersifat adil. Karena itu sebagai tombak utama dalam membangun sebuah organisasi atau bangsa.
 
"Jika kita sudah tau kalau calon pemimpin itu berperilaku zalim jangan dipilih, kalau masih terpilih saya yakin yang memilihnya bukan orang mukmin," katanya.
 
Allah SWT berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah (ketika) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 8).
 
Ia menyampaikan, selain bersifat adil, setidaknya ada syarat yang harus dimiliki oleh pemimpin yang ideal diantaranya amanah, tabligh, fathanah, sidiq, sabar, dan siyasah (cerdas dalam berpolitik)
 
"Pemimpin harus bisa memecahkan dan memberikan solusi pada sebuah masalah, jadi dia harus memiliki pendirian yang kuat agar tidak mudah goyah atas pendapat orang lain," tuturnya.
 
Sementara itu, ia juga mengatakan ciri negara yang akan hancur, apabila anak mudanya marak melakukan tindak kekerasan dan menggunakan kata-kata yang kasar lagi buruk.
 
"Kemudian meningkatnya perilaku maksiat, pedoman moral yang semakin luntur, anak-anak yang tidak hormat pada orang tuanya atau orang tua yang lalai," jelasnya.
 
Selain itu, kebohongan yang mulai menjadi budaya, hingga meningkatnya rasa curiga antar sesama warga negara.
 
"Itulah ciri-ciri negara yang akan runtuh, dan itu sudah banyak ditemui di sekitar kita," ujarnya.
 
Oleh karena itu, ia berpesan kepada masyarakat untuk senantiasa menjaga diri dan keluarga dari hal buruk yang dapat menjerumuskan ke hal negatif. **
Editor : Asiyah Afiifah
Sumber : Radio Dakta
- Dilihat 3726 Kali
Berita Terkait

0 Comments