Daktatorial /
Follow daktacom Like Like
Selasa, 18/02/2020 11:03 WIB

Ancaman Transgender, Haruskah Kita Diam?

Ilustrasi transgender. (Shutterstock)
Ilustrasi transgender. (Shutterstock)
DAKTA.COM - Akhir-akhir ini masyarakat kembali dihebohkan dengan seorang publik figur yang merupakan transgender. Rahasia itu terbongkar setelah polisi mengungkap ia mengonsumsi obat-obatan jenis psikotropika, kemudian terungkap identitas aslinya.
 
Lantas bagaimana sebenarnya pandangan transgender dalam Islam?
 
Pandangan Islam tentang mengganti kelamin atau transgender jelas hukumnya haram, karena itu melawan kehendak Allah SWT. 
 
Dalam Islam saja dilarang keras mengubah anggota tubuh seperti bulu mata, mencukur alis, mentato, apalagi mengubah jenis kelamin, artinya ia telah melawan hukum Allah SWT.
 
Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan, “Allah melaknat tukang tato, orang yang ditato, al-mutanamishah (wanita yang minta dicukur bulu di wajahnya), dan orang yang merenggangkan gigi, untuk kecantikan, yang mengubah ciptaan Allah.” (HR. Bukhari 4886, Muslim 2125, dan lainnya).
 
Golongan yang Dilaknat 
 
Ada empat golongan yang dilaknat oleh Allah SWT. Pertama, seorang pria yang diciptakan oleh Allah dalam wujud laki-laki, tetapi ia mengubah dirinya menjadi perempuan.
 
Kedua, laki-laki yang menyerupai wanita. Ketiga, seorang wanita yang ditakdirkan menjadi perempuan tetapi bersifat dan berkelakuan seperti laki-laki (tomboy). Keempat, perempuan yang menyerupai laki-laki. 
 
“Rasulullah telah melaknat orang-orang laki-laki yang meniru-niru (menyerupai) perempuan dan perempuan yang meniru-niru (menyerupai) laki-laki.“ (HR Bukhari).
 
Ketika berbicara soal transgender, mungkin akan berpikir bagaimana ia akan menikah? Jika seorang laki-laki yang mengubah kodratnya menjadi seorang wanita, kemudian ia menikah dengan laki-laki, tentu itu termasuk dalam tindakan homoseksual.
 
Masih ingatkah kita bagaimana Allah meluluhlantakkan kaum Nabi Luth yang melakukan homoseksual? Maka sebagai orang-orang yang beriman, kita wajib menerima segala takdir dari Allah Subhanahu wa Ta’ala atas kekuasaan-Nya dan kasih sayang-Nya.
 
Allah SWT berfirman: "Dan (Kami juga telah mengutus) Luth, ketika dia berkata kepada kaumnya, Mengapa kamu melakukan perbuatan keji, yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun sebelum kamu (di dunia ini)." (QS. Al-A'raf 7: Ayat 80).
 
"Sungguh, kamu telah melampiaskan syahwatmu kepada sesama lelaki bukan kepada perempuan. Kamu benar-benar kaum yang melampaui batas." (QS. Al-A'raf 7: Ayat 81).
 
Sebagai kaum muslimin, kita harus bijak dalam mengambil keputusan. Jangan sampai karena nafsu yang datangnya dari setan sehingga kita mengabaikan kodrat dan takdir Allah SWT.
 
Allah SWT berfirman: "Dan pasti akan kusesatkan mereka, dan akan kubangkitkan angan-angan kosong pada mereka, dan akan kusuruh mereka memotong telinga-telinga binatang ternak, (lalu mereka benar-benar memotongnya), dan akan aku suruh mereka mengubah ciptaan Allah, (lalu mereka benar-benar mengubahnya). Barang siapa menjadikan setan sebagai pelindung selain Allah, maka sungguh, dia menderita kerugian yang nyata." (QS. An-Nisa' 4: Ayat 119).
 
Dalam ayat tersebut sudah jelas bahwa setan telah bersumpah akan menyesatkan keturunan Adam sampai kapan, hingga ia benar-benar tersesat dari jalan Allah SWT dan mengikuti jejak setan.
 
Semakin maraknya fenomena LGBT di tengah masyarakat yang saat ini komunitas tersebut seperti tidak takut lagi menunjukkan eksistensinya, maka umat Islam harus waspada terhadap gerakannya.
 
Tidak tanggung-tanggung, gerakan mereka itu menyasar kepada generasi muda hingga anak-anak melalui tonton kartun, sinetron, musik, dan sebagainya.
 
Oleh karena itu, kita harus terus-menerus menjaga keluarga dari fitnah LGBT dan senantiasa berdoa kepada Allah SWT agar dijauhkan keturunan umat muslim dari perilaku menyimpang. 
 
Transgender sudah menjadi ancaman nyata bagi keberlangsungan bangsa dan moral bangsa serta bagi umat. Haruskah kita sebagai anak bangsa yang beradab dan umat Islam pada khususnya berdiam diri?
Editor : Asiyah Afiifah
Sumber : Radio Dakta
- Dilihat 6166 Kali
Berita Terkait

0 Comments