Nasional / Ekonomi /
Follow daktacom Like Like
Jum'at, 14/02/2020 10:20 WIB

Saham Twitter Naik $1 Miliar Dolar Selama 3 Bulan

Twitter
Twitter
DAKTA.COM - Twitter mengalami kenaikan saham sebesar $1 milliar dalam pendapatan selama tiga bulan untuk pertama kalinya pada Kamis, 6 Februari 2020.
 
Melansir dari Reuters.com, hasil ini merupakan upaya Twitter untuk membuat platform baru yang lebih mudah digunakan dan menarik bagi banyak orang sehingga bisa menaikkan sahamnya hingga 14% dalam perdagangan awal.
 
Perusahaan terus melakukan upaya dengan beberapa cara seperti memperbolehkan orang-orang untuk mengikuti topik di twitter, dengan cara menghapus konten yang berisi kata-kata kasar. 
 
Twitter juga mengikuti perkembangan di Amerika Serikat, pasar utama perusahaan ini akan mencegah adanya informasi yang salah atau hoaks menjelang pemilihan presiden pada November mendatang. 
 
Tahun lalu, telah dikeluarkan sebuah fitur bagi pengguna untuk menyembunyikan balasan tertentu di tweet mereka. 
 
Twitter juga fokus kepada konten dan pemberitahuan yang cocok untuk mempercepat rata-rata keuntungan pengguna aktif harian (mDAU), atau pengguna yang melihat iklan saat mereka login ke website twitter atau aplikasi Twitter. 
 
Menurut IBES data dari Refinitiv, “Angka itu naik menjadi 152 juta bulan pada tanggal 31 Desember, dari jumlah 126 juta di tahun sebelumnya, mengalahkan rata-rata analisis dari 147,5 juta.”
 
Menggapai sampai 14% di angka $38.03 juta pada perdagangan awal.
 
Pendapatan ini meningkat 11% dari tahun sebelumnya menjadi $1.01 milliar, juga mengalahkan harapan dari $996.7 juta. Total pendapatan iklan adalah $885 juta, mengalami kenaikan 12% dari tahun sebelumnya. 
 
Perusahaan memperkirakan pendapatan antara $825 juta dan $885 juta, dari Wall Street dan sebagian besar menaksir sampai $872.6 juta. 
 
Twitter  mengeluarkan fitur terbaru untuk melakukan langkah cepat sebagai prioritas utama tahun ini. Waktu yang diperlukan untuk mencari ide tersebut memerlukan waktu yang sangat lama,” ujar Jack Dorsey, Direktur Utama Twitter.
    
Twitter juga memosting pendapatan bersih kuartal keempat lebih rendah daripada harapan, di angka $119 juta, atau 15 sen per lembar, dibawah dari angka $255 juta di tahun sebelumnya. Tidak termasuk, mencapai 25 sen per lembarnya, dibawah dari harapan dari 29 sen. 
 
Total pendapatan twitter di U.S naik di angka 17% sampai ke $591 juta, dibandingkan dengan 3% meningkat di dalam pendapatan Internasional. 
 
Selain itu, pada bulan November saat Pilpres AS mendatang, Twitter akan melarang iklan politik di sosial media untuk mencegah informasi yang menyesatkan.
 
Tetapi pada minggu ini Iowa Caucus menunjukkan bahwa platform tersebut masih digunakan untuk menyebarluaskan tuduhan palsu ataupun penipuan. 
 
Pihak Twitter mengatakan, akan menerima “kesalahan” garis peringatan untuk tweets yang berisi media untuk menipu telah diedit dan menyingkirkan itu jika berkemungkinan besar dapat membahayakan. 
 
"Total biaya pengeluaran operasi ini, mengalami peningkatan 20% pada tahun ini sepeti halnya juga menanam saham untuk membangun data server baru, artinya akan membantu test produk baru di perusahaan dan menerbitkannya lebih cepat,“ ujar Twitter. 
 
"Keuntungan pada peningkatan operasi pengeluaran ini adalah pendapatan mereka tidak berkembang secepat apa yang mereka lakukan di masa lalu,” ucap Michael Pachter, seorang ahli di Wedbush. 
 
Ia percaya bahwa investor akan tertarik dengan perusahaan yang sedang berkembang. 
 
Perusahaan mengharapkan pendapatan Twitter bisa mencapai hingga $30 juta. (Abi)
Editor : Asiyah Afiifah
Sumber : Reuters
- Dilihat 720 Kali
Berita Terkait

0 Comments