Nasional / Pendidikan /
Follow daktacom Like Like
Jum'at, 14/02/2020 09:49 WIB

Kecam Aksi Kekerasan, Disdik Jabar Dorong Pengajaran Berbasis Budaya

Kepala Disdik Jabar Dewi Sartika
Kepala Disdik Jabar Dewi Sartika
BANDUNG, DAKTA.COM - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jabar mengecam setiap kekerasan yang dilakukan oleh guru terhadap siswa, termasuk tindakan pemukulan oleh oknum guru di SMA Negeri 12 Kota Bekasi.
 
Kepala Disdik Jabar, Dewi Sartika mengatakan berbagai program unggulan peningkatan kualitas mental bagi guru sudah dilakukan dalam memajukan dunia pendidikan Jabar melalui aset fundamental itu, di antaranya adalah program Jabar Masagi dan kampanye #SenyumKarena.
 
"Jabar Masagi merupakan program yang digulirkan Pemda Provinsi Jabar untuk mendorong guru dalam mengembangkan pola ajar berbasis pendidikan karakter budaya atau kearifan lokal Jawa Barat," kata Dewi Sartika saat ditemui di kantornya, Kamis (13/2).
 
Tujuannya agar dunia pendidikan Jabar bisa mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas yang tidak hanya unggul di bidang akademik, tapi juga memiliki akhlak dan kekuatan spiritual dan fisik yang mumpuni serta memiliki kemampuan untuk bisa belajar merasakan (surti/rasa), belajar memahami (harti/karsa), belajar melakukan (bukti), dan belajar hidup bersama (bakti/dumadi nyata).
 
Sementara sesuai namanya, kampanye #SenyumKarena mendorong aktivitas positif dimulai dari senyum dan berbagi kata-kata positif untuk menularkan kebahagiaan, mood, dan suasana yang positif.
 
Kampanye ini merupakan salah satu modul Jabar Masagi yang mendorong semua pihak di sekolah, mulai dari kepala sekolah, siswa, sampai penjaga sekolah, untuk mengingat sekaligus menulis pengalaman-pengalaman yang menggembirakan. 
 
"Dengan suasana yang positif di sekolah, semua akan lebih produktif, semangat, dan terinspirasi untuk melakukan kebaikan-kebaikan lain kepada sekitarnya," katanya.
 
Selain itu, Disdik Jabar juga mendorong sekolah untuk mengikuti dinamika zaman, dengan menciptakan lingkungan yang mendukung aktivitas peserta didik, dan memiliki sarana-prasarana sekolah yang memadai lewat program Sekolah Ramah Anak. 
 
Dewi menyebut bahwa peran guru saat ini tak hanya sebagai pengajar dan pemberi instruksi, tetapi juga menjadi motivator, inisiator, dan fasilitator bagi siswa.
 
Sementara itu, menanggapi tindakan pemukulan oleh oknum guru di SMA Negeri 12 Kota Bekasi, Disdik Jabar bergerak cepat dalam pemeriksaan terhadap kasus itu dan memberikan sanksi tegas terhadap setiap tindakan yang bertentangan dengan hukum.
 
Untuk itu, sesuai mekanisme yang berlaku, Kepala SMAN 12 Bekasi mengeluarkan Surat Keputusan nomor 421/617/SMAN.12/BKS/XI/2019 yang secara resmi mencopot oknum guru tersebut dari jabatan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan.
 
"Disdik Jabar bertindak tegas dalam menanggapi kasus itu. Sudah tidak zamannya lagi melakukan kekerasan untuk membina siswa supaya menjadi benar," ujarnya.
 
Keputusan diambil berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 82 tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan (pasal 11).
 
Selain menolak pemukulan terhadap siswa, Disdik Jabar juga mengecam tindakan oknum guru tersebut karena mencederai komitmen dalam menghadirkan sistem dan tata kelola pendidikan yang maju. **
Reporter : Warso Sunaryo
Editor : Asiyah Afiifah
- Dilihat 814 Kali
Berita Terkait

0 Comments