Nasional / Kesehatan /
Follow daktacom Like Like
Jum'at, 07/02/2020 14:16 WIB

Benarkah Susu Berisiko Buat Anak Obesitas?

Ilustrasi susu
Ilustrasi susu
DAKTA.COM - Menurut ahli, susu memiliki reputasi yang buruk selama beberapa tahun. Hal itu karena meningkatnya kekhawatiran tentang susu sapi murni yang memiliki lonjakan popularitas dari susu formula, sehingga menimbulkan banyak mitos, termasuk keyakinan bahwa itu bisa memperburuk gejala pilek. 
 
Tetapi ketika diminum kepada anak-anak, susu sapi pasti selalu membuat gemuk.
 
"Susu adalah sumber terbaik dari kalsium, yodium, vitamin A dan B12, serta lemak-lemak yang membantu anak-anak untuk memenuhi kebutuhan tenaga," ucap Lucy Upton, seorang spesialis ahli diet dan juru bicara dari Asosiasi Ahli Diet di UK seperti melansir dari CNN.com 
 
Upton mengatakan, lemak sangat penting bagi anak-anak. Karena mereka memerlukan kebutuhan tenaga yang sangat tinggi.
 
Tiga sumber energi penting bagi anak-anak adalah susu, protein, dan karbohidrat. Apalagi anak-anak sangat perlu energi lebih banyak dibandingkan orang dewasa.
 
Ia mengatakan, rata-rata anak di usia 2 tahun butuh 80 kalori perkilogram dari berat tubuhnya. Sedangkan orang dewasa sedikitnya perlu setengah dari jumlah tersebut. 
 
Kajian baru juga ditemukan bahwa anak-anak yang meminum susu tinggi lemak, maka kecil kemungkinan akan mengalami obesitas dibandingkan meminum susu rendah lemak, tetapi wawasan itu hanya observasi semata. 
 
Jadi mengapa mereka putus asa dengan susu murni asli ketika mereka bisa mendapatkan banyak energi untuk dikonsumsi? 
 
Hindari susu formula, meskipun iklan mempromosikan itu baik.
 
Anda mungkin belum mendengar tentang susu formula, saat ini secara luas penjual menargetkan anak-anak di umur 12 bulan sampai 3 tahun bisa meminumnya, dan dipasarkan sebagai tindak lanjut untuk meminum susu formula bagi bayi. 
 
Ahli kesehatan dan nutrisi telah menyarankan untuk menghindari susu formula karena itu ditambahkan dengan gula dan garam serta rendah protein dibandingkan susu murni asli, yang mana akhir-akhir ini susu sapi telah disetujui oleh Organisasi Kesehatan dan Nutrisi di UK. 
 
Tetapi dalam kajian yang diterbitkan, ditemukan antara tahun 2006 dan 2015, bahwa penjualan susu formula mengalami kenaikan sampai 2,6 kali, dari 47 sampai 121 juta ons, peningkatan itu dibantu sebagian besar dari periklanan. 
 
“Kami menemukan bahwa penjual dan iklan untuk susu formula mengalami peningkatan dan penurunan,” ujar Yoon Connecticur’s Rudd dari Pusat Kebijakan Pangan dan Obesitas. 
 
Tim percaya, ini mungkin terjadi karena tingkat menyusui di setiap tahunnya, sehingga penjual mengurangi susu murni asli dan mendorong ketertarikan pada susu formula.
 
Tetapi saran sudah jelas: pemberhentian selanjutnya setelah 12 bulan itu wajar untuk jumlah susu anak-anak pada usia 12 sampai 24 bulan harus meminum 2 sampai 3 gelas susu perhari. 
 
Tinggi Lemak
 
“Kami tidak merekomendasikan susu formula [untuk] anak-anak. Khususnya usia anak-anak di bawah 5 tahun. Bahkan anak-anak yang lebih dewasa," tambah Upton. 
 
Simon Steenson, Ilmuwan Nutrisi dari Pendiri Yayasan Nutrisi di British, menyetujui hal tersebut, mengingat “anak-anak yang pola makannya bagus bisa diberikan susu formula setelah 2 tahun, tapi susu sapi murni tidak diperbolehkan diminum anak-anak dibawah usia 5 tahun," katanya. 
 
Dan seharusnya tidak mempengaruhi berat badan mereka. Penelitian Canadian menemukan bahwa anak-anak umur 18 tahun yang mengonsumsi susu sapi murni berkemungkinan mengalami obesitas.
 
Faktanya, peluang bagi mereka yang mengalami obesitas hanya 39% lebih kecil dibandingkan anak-anak yang minum susu rendah lemak. 
 
Tim menganalisa 14 kajian termasuk dari 20.897 anak, dibandingkan dengan anak-anak yang minum susu murni (3.25% lemak) dan yang minum susu rendah lemak  (1.5 sampai 2% lemak). 
 
"Hasilnya, anak-anak yang minum susu tinggi lemak terlihat normal," jelas Jonathan Maguire, seorang professor dari Asosiasi Perlindungan Anak di Universitas of Toronto, yang meneliti kajian ini. 
 
Tapi Maguire bingung mencari keaslian observasi dan itu bisa membuat banyak alasan yang bisa menjadi benar. 
 
Anak-anak yang minum susu tinggi lemak bisa merasakan kenyang, untuk itu dia menyarankan, agar orang tua bisa minum susu rendah lemak. 
 
Maguire dan timnya sekarang melakukan uji coba secara acak dan terkendali dengan 500 anak pada usia di bawah lima tahun selama dua tahun untuk melihat lebih langsung apakah kandungan lemak susu yang mereka minum adalah faktor kunci dalam menentukan berat badan mereka. 
 
Mereka akan mencatat kebiasaan makan anak-anak yang memiliki kebiasaan ngemil, mereka mulai mengalami perubahan dan faktor lain yang menyebabkan kenaikan berat tersebut.  
 
"Ini penting untuk kita memahami dampak kesehatan yang diberikan kepada anak-anak. Orang tua membuat keputusan itu dari hari ke hari dan mereka membutuhkan bukti," ujar Maguire.
 
Upton senang mendengar ada persidangan yang akan datang untuk menentukan penyebab sebenarnya hubungan antara susu tinggi lemak dengan risiko obesitas.
 
“Banyak faktor yang menyebabkan Indeks Massa Tubuh (Body Massa Index) pada anak-anak, seperti memberikan ukuran porsi makan, frekuensi daging, ngemil, dan tingkat aktivitas. Itu adalah permasalahan yang sangat kompleks,” ucap Upton. (Abi)
 
 
Editor : Asiyah Afiifah
Sumber : CNN.com
- Dilihat 645 Kali
Berita Terkait

0 Comments