Nasional / Ekonomi /
Follow daktacom Like Like
Jum'at, 07/02/2020 10:32 WIB

Impor China Dihentikan, Stok Bawang Putih Menipis

bawang putih di pasar
bawang putih di pasar
JAKARTA, DAKTA.COM - Stok bawang putih di Pasar Induk Kramat Jati semakin menipis seiring adanya larangan impor produk dari China. Hal ini disampaikan oleh Kepala Unit Pasar Besar Kramat Jati, Agus Lamun. 
 
"Untuk presentasinya kalau yang lokal sangat sedikit sekali kita sangat tergantung dari impor, sebagian besar memang rata-rata dari China," ungkap Agus di Jakarta, Jumat (7/2). 
 
Agus mengatakan apabila bergantung pada pasokan bawang putih lokal, mereka tidak akan mencukupi kebutuhan warga karena produksinya hanya sekitar 8-10 ton, sementara kebutuhan pasar mencapai 30 ton. 
 
"Kita berharap bahwa pengaruh (isu virus corona) itu tidak ada, tetapi memang dari informasi yang beredar memang mempengaruhi komoditi dari bawang putih kita," ujarnya. 
 
Atas hal tersebut, Agus berharap pemerintah mempunyai alternatif terkait impor bawang putih agar harga semakin tidak melonjak di pasar induk Kramat Jati. 
 
Akibat virus corona yang sedang mewabah di berbagai negara, pemerintah Indonesia bertindak cepat untuk menerapkan kebijakan dalam rangka melindungi warganya. 
 
Pihak Kemenlu dan Kemenkes telah melakukan evakuasi WNI dari Wuhan dan kini dilakukan observasi di Kepulauan Natuna. Sementara pihak Kemendag menyatakan telah menghentikan impor produk, khususnya makanan dan minuman dari China. 
 
Akibatnya, saat ini harga bahan pokok yang bergantung dari impor China seperti bawang putih melonjak drastis. Untuk pasar induk Kramat Jati, harga bawang putih kini dibanderol mencapai Rp70.000/kg dari harga normal hanya Rp26.000/kg. **
Reporter : Boy Aditya
Editor : Asiyah Afiifah
- Dilihat 709 Kali
Berita Terkait

0 Comments