Harokah Islamiyah /
Follow daktacom Like Like
Ahad, 26/01/2020 09:13 WIB

Etika Bercanda dalam Islam

Ilustrasi anak anak yang sedang tertawa ceria
Ilustrasi anak anak yang sedang tertawa ceria
DAKTA.COM - Ketika bercanda sering kali kita sampai melebihi batas dan tidak bisa menahan diri untuk berbicara kasar bahkan sampai saling mengolok-olokan, menghina, dan menyematkan panggilan buruk.
 
Bagi sebagian, mengejek seseorang merupakan hal yang wajar karena hanya untuk bahan lawakan agar bisa membuat suasana menjadi cair.
 
Padahal dalam Islam terdapat etika bagi seorang Muslim ketika sedang bercanda. Dan dilarang memanggil dengan julukan yang buruk.
 
Allah Ta’ala berfirman, “Dan janganlah kamu saling memanggil dengan gelar (yang buruk)” (QS. Al-Hujuraat [49]: 11).
 
Allah SWT juga melarang umatnya untuk berperilaku saling mengolok-olok dengan sindiran atau ejekan yang tidak pantas disematkan walaupun hanya sekadar lelucon.
 
Allah Ta’ala berfirman, "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (Al-Hujurat [49]: 11)
 
Sebenarnya, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pun manusia yang paling mulia sukar becanda, tetapi tidak pernah menyakiti hati orang lain bahkan hingga berbohong.
 
Diriwayatkan pula dari Abu Hurairah RA, seorang sahabat bertanya kepada Muhammad SWA, “Wahai, Rasullullah! Apakah Engkau juga bersendau gurau bersama kami?” Rasulullah SAW menjawab, “Benar. Hanya saja saya selalu berkata benar.” (HR Ahmad).
 
Begitulah model bercanda yang dicontohkan Rasulullah SAW. Dalam bercanda, beliau tidak pernah tertawa sampai terbahak-bahak. Tertawanya hanya sampai terlihat gigi taringnya saja. Wallahu a'lam bissowab.
 
Editor : Asiyah Afiifah
Sumber : Radio Dakta
- Dilihat 1755 Kali
Berita Terkait

0 Comments