Harokah Islamiyah /
Follow daktacom Like Like
Kamis, 26/12/2019 09:48 WIB

Penting, Begini Tata Cara Shalat Gerhana

Ilustrasi Shalat Gerhana Bulan
Ilustrasi Shalat Gerhana Bulan
DAKTA.COM - Rasulullah SAW memerintahkan kepada umat Islam untuk melaksanakan shalat gerhana matahari atau bulan selama fenomena alam itu terjadi hingga hilang.
 
Lantas, bagaimana tata cara shalat gerhana? Berikut penjelasannya.
 
Dari Aisyah Radhiallahu’anha hadist ini muttafaqun alaih diriwayatkan oleh Imam Bukhori di jilid II nomor 49-50 dan Imam Muslim jilid II nomor 620 bahwasannya Nabi SAW mengeraskan bacaan beliau pada saat shalat gerhana dan beliau shalat dua rakaat dengan empat rukuk dan empat sujud.
 
Dan dalam riwayat lain juga Imam Bukhori mengutus seorang penyeru untuk menyeru asollatul jami’ah atau berkumpulah untuk mengerjakan shalat. Hadist ini diriwayatkan oleh Imam Muslim di jilid II nomor 620. 
 
Dari hadist ini, bisa diambil pelajaran kalau Nabi SAW mengerjakan shalat gerhana matahari berjamaah dan beliau menyuruh mengiklankan sambil mengatakan asollatul jami’ah atau berkumpulah untuk mengerjakan shalat.
 
Sementara itu, shalat gerhana matahari umumnya dikerjakan di siang hari atau sore hari. Walaupun pada shalat dzuhur dan ashar bacaan shalat tidak dikeraskan kecuali shalat jum’at. Maka tentu shalat gerhana berbeda dan harus mengeraskan suara. 
 
Selain itu, maksud dari shalat empat kali rukuk dan empat kali sujud ini tata caranya adalah dimulai dari imam shalat melakukan takbir Allahuakbar seperti biasa, tetapi tidak ada iqomah dan tidak ada azan.
 
Kemudian imam membaca iftitah, lalu surat Al-fatihah, dan selanjutnya membaca surat yang panjang.
 
Karena disebutkan oleh Nabi SAW bahwa shalat lah kalian sampai melihat gerhana itu hilang, maka disunahkan memanjangkannya dengan membaca surat-surat Al-Quran yang panjang.
 
Sebagian ulama mengatakan dianjurkan membaca surat yang panjang, seperti Al-Baqarah, Al-Imran, An-Nissa, dan Al-Maidah. Untuk itu sangat penting yang menjadi imam shalat gerhana adalah orang-orang yang hafal itu. 
 
Berikutnya, imam shalat rukuk dan makmum semua ikut rukuk dengan membaca keenam macam doa rukuk, yaitu subhaana rabbiyal ‘azimiimi, subbuhun quddusun rabbul-mala’ikati war-ruh, subhaana dzil jabaruti wal malakuti wal kibriyaa’i wal ‘adzamati.
 
Kemudian allahuma laka raka’tu wa bika amantu wala aslamtu, anta rabbi khasya’a sam’ii wa basharii wa mukhkhii wa a’dzmii wa ‘ashibii wa mastaqallat bini qadamii. Doa ini semua dibaca enam-enamnya sebanyak 10 sampai 11 kali, sehingga rukuknya akan lama sekali. 
 
Setelah itu bangun, membaca sami’allahu liman hamidah kemudian imam kembali membaca surat. Inilah yang menjadi salah satu pembeda shalat gerhana dengan shalat seperti pada umumnya.
 
Dalam hadist bahwasannya, khusus shalat gerhana rukuknya jadi empat berarti di rakaat pertama dua kali rukuk di rakaat kedua dua kali rukuk. Kalau shalat pada umumnya hanya sekali-sekali rukuk. (Andi)
Editor : Asiyah Afiifah
Sumber : Radio Dakta
- Dilihat 1143 Kali
Berita Terkait

0 Comments