Bekasi / Kabupaten /
Follow daktacom Like Like
Kamis, 26/12/2019 09:35 WIB

Kaleidoskop 2019: Wajah Kali di Kabupaten Bekasi yang Tercemar

Tumpukan sampah di Kali Jambe
Tumpukan sampah di Kali Jambe
DAKTA.COM - Kabupaten Bekasi merupakan wilayah dengan kepadatan penduduk hingga 2,8 juta lebih. Dengan banyaknya penduduk yang bermukim di wilayah Kabupaten Bekasi tentu menyisakan beragam persoalan salah satunya, mengenai sampah yang tak kunjung beres.
 
Sepanjang tahun 2019  ini wilayah Kabupaten Bekasi menyita perhatian publik, pasalnya kali yang seharusnya dipenuhi oleh air, justru dipenuhi limbah sampah yang rata-rata limbah domestik, selain itu air pekat, dan berbau. Tumpukan sampah yang memenuhi wajah kali ini hingga diberitakan oleh sejumlah media nasional.
 
Berikut rangkuman kali di Kabupaten Bekasi yang dipenuhi tumpukan sampah dan tercemar:
 
Kali Pisang Batu
 
Kali Pisang Batu yang melintasi 6 desa di Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, tertutup sampah sepanjang 1,5 kilometer pada awal bulan Januari 2019. 
 
Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Lingkungan Hidup pun mengangkat 2.000 ton sampah dari kali selebar 4 meter tersebut selama 2 pekan dengan mengerahkan truk sampah dan alat berat.
 
Alat berat dikerahkan untuk mengangkut tumpukan sampah di Kali Pisang Batu
 
Setelah sampah sempat diangkut dan air kembali mengalir, pada awal Agustus 2019, Kali Pisang Batu di Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi kembali tercemar sampah dan gumpalan busa.
 
Berdasarkan pengamatan, aliran Kali Pisang Batu tampak berwarna hitam dan berbusa di dekat tanggul sederhana yang dibuat warga untuk pengairan sawah di seberang kali. Busa bisa menumpuk hingga 50 centimeter tingginya.
 
Kali Jambe
 
Tumpukan sampah sepanjang 500 meter terdapat di Kali Jambe, Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
 
Lokasi tepatnya berada di jembatan penyeberangan yang menghubungkan RT 04 RW 04 Mangunjaya, Tambun Selatan dengan Desa Karang Satria, Tambun Selatan.
 
Kehadiran tumpukan sampah yang meresahkan warga itu telah terjadi mulai Juli dan baru terekspos pada September 2019. Adanya tumpukan sampah itu juga menghasilkan bau yang menyengat, serta dihinggapi lalat dan nyamuk. 
 
Berdasarkan pantauan, tumpukan sampah itu didominasi sampah plastik rumah tangga, styrofoam, botol plastik, sampah deterjen, plastik jajanan, dan lainnya. Tumpukan sampah sepanjang 500 meter itu sampai menutup air kali tidak terlihat atau seperti daratan.
 
Kali Bahagia
Sampah menghampar sekitar 10 meter di Kali Busa atau Kali Bahagia, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi pada pertengahan Juli 2019. 
 
Tumpukan sampah di Kali Busa, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi
 
Salah satu warga, Taufik (46) menyebut sampah yang ada di Perumahan Candrabaga itu sudah dua bulan memenuhi kali itu.
 
"Selain karena terbawa aliran air, sampah itu juga karena seringnya warga membuang sampah di kali," ungkapnya.
 
Sampah yang menutupi dan bahkan membendung aliran Kali Bahagia didominasi jenis sampah anorganik yang diperkirakan berasal dari rumah tangga. Sebagian besar di antaranya berbahan dasar plastik, seperti mangkuk sekali pakai, botol, dan kantong kresek.
 
Kali Pulo Timaha
 
Kali Pulo Timaha yang berlokasi di Desa Babelan Kota Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi, masih dipenuhi sampah dan tumbuhan eceng gondok. Padahal, beberapa waktu lalu, ibu negara Iriana Joko Widodo mencanangkan Gerakan Indonesia Bersih di lokasi tersebut. 
 
Masih adanya sampah itulah yang akhirnya dikeluhkan oleh masyarakat. Karena menurut warga program yang telah dicanangkan berarti tidak berjalan. 
 
Kali Pulo Timaha yang dipenuhi sampah tumbuhan eceng gondok
 
Salah satu warga, Nimah (45) menyesalkan masih adanya sampah di Kali Pulo Timaha. Ia mengaku, pengangkutan sampah hanya dilakukan saat kedatangan ibu negara saja, tetapi setelah itu tidak lagi dilakukan.
 
"Hal ini sangat disayangkan karena beberapa waktu lalu, ibu negara Iriana Joko Widodo mencanangkan Gerakan Indonesia Bersih di lokasi tersebut," ujar Nimah kepada Dakta, Kamis (03/10/2019)
 
Menurutnya, masih adanya tumpukan sampah yang memenuhi kali tersebut, artinya program yang sudah dicanangkan tidak berjalan. **
 
Editor : Asiyah Afiifah
Sumber : Radio Dakta
- Dilihat 815 Kali
Berita Terkait

0 Comments