Bekasi /
Follow daktacom Like Like
Jum'at, 06/12/2019 16:43 WIB

Peserta Setuju Prinsip Gotong Royong di BPJS Kesehatan

Iful Sarifulloh
Iful Sarifulloh
BEKASI, DAKTA.COM - Sebagai seorang kepala keluarga, seorang bapak tentu mengharapkan keluarganya sehat selalu dan mempunyai jaminan kesehatan sebagai proteksi diri.
 
Iful Sarifulloh (40) merupakan pekerja di salah satu perusahaan di daerah tempat tinggalnya.
 
“Saya menyadari betul bahwa sudah seharusnya seluruh keluarga ataupun masyarakat Indonesia memiliki suatu jaminan kesehatan, namun selama ini kan yang ada dikelola swasta dan harganya cukup lumayan untuk sekeluarga. Saat ini sudah lebih mudah dan lebih baik, ada BPJS Kesehatan yang dengan premi murah tapi bisa menjamin seluruh pelayanan,” jelasnya.
 
Sebagai peserta PPU yang telah terdaftar Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sejak sekitar tahun 2014, Iful mengatakan bahwa beberapa kali keluarganya menggunakan BPJS Kesehatan untuk mendapatkan pelayanan di klinik dan rumah sakit.
 
“Alhamdulillah kalau sampai penyakit parah sih belum pernah, tetapi saya pernah menggunakannya untuk lahiran istri dan waktu anak beberapa kali sakit juga menggunakan BPJS Kesehatan. Pengalaman saya sih tidak pernah diminta tambahan biaya kecuali waktu itu saya pernah minta tambahan vitamin, dan itu saya juga menyadari pasti akan ada biaya tambahan,” jabarnya.
 
Lebih lanjut, Iful bercerita bahwa program ini sangat besar dan banyak sekali manfaatnya, oleh karena itu dengan sistem gotong royong yang menjadi pondasi dari Program JKN-KIS, dirinya mengatakan sangat tepat dengan budaya Negara Indonesia. Tak menampik, Iful juga memahami kebiasaan masyarakat yang mendaftar sebagai peserta JKN-KIS apabila hendak berobat saja. Ketika sudah berobat, tidak lagi membayar iuran. Melihat kebiasaan ini, dirinya sangat menyayangkan sifat seperti itu.
 
“Untuk suatu program yang mengelola seluruh masyarakat Indonesia maka tentu banyak berita miring ataupun ngawur, namun untuk yang pernah menggunakan dan puas seperti saya, tentu tidak termakan hoaks seperti itu, saya tahu persis sistem gotong royong di program ini. Istri saya aja lahiran berjuta-juta dijamin kok, padahal iuran saya enggak sampai segitu, darimana uangnya kalau bukan dari masyarakat lainnya. Saya melihat beberapa teman saya tidak bayar iuran setelah menggunakan, saya sangat sedih masih ada yang bersikap seperti itu, cuma mau enaknya aja setelah itu ga mau bayar,” tutupnya. (Adv)
 
Reporter : Jaenudin Ishaq
Editor : Asiyah Afiifah
- Dilihat 448 Kali
Berita Terkait

0 Comments