Nasional /
Follow daktacom Like Like
Ahad, 01/12/2019 11:26 WIB

PGRI Desak Pemda Perhatikan Kesejahteraan Guru

Peringatan puncak perayaan HUT PGRI ke 74 dan Hari Guru Nasional 2019 di Stadion Wibawa Mukti
Peringatan puncak perayaan HUT PGRI ke 74 dan Hari Guru Nasional 2019 di Stadion Wibawa Mukti
CIKARANG, DAKTA.COM - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mendesak pemerintahan di setiap daerah memperhatikan kesejahteraan guru.
 
Ketua PGRI, Unifah Rosyidi mengatakan PGRI telah mengikrarkan diri sebagai epicentrum penggerak perubahan bangsa, untuk itu pemerintah daerah harus memperhatikan persoalan pendidikan yang ada di wilayahnya.
 
"Seperti kekurangan guru harus diisi, memberikan pelatihan, tunjangan profesi, serta memperbanyak sertifikasi bagi guru," katanya saat puncak perayaan HUT PGRI ke-74 dan Hari Guru Nasional di Stadion Wibawa Mukti, Jababeka Cikarang Kabupaten Bekasi, Sabtu (30/11).
 
Terkait dengan perhatian dari pemerintah, Unifah menyebut sejauh ini presiden telah membantu guru melalui berbagai programnya seperti penyederhanaan administrasi yang dibuat guru, serta penambahan alokasi CPNS untuk tenaga kependidikan, serta pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS PKK.
 
Pihaknya juga mengaku kecewaan karena Presiden Joko Widodo tidak hadir dalam acara tersebut, yang seharusnya dijadwalkan akan hadir dalam kegiatan tersebut. Namun karena kesibukannya, maka Jokowi tidak bisa datang.
 
Sementara ketika ditanya mengenai adanya potongan gaji guru untuk PGRI di setiap daerah, Unifah menyebut hal itu sebagai sesuatu yang sah.
 
Potongan itu berdasarkan kesepakatan di antara pengurus PGRI dan guru, yang besarannya Rp4000 sampai Rp6000.
 
Menurutnya, iuran guru itu untuk kepentingan organisasi PGRI, apalagi sebagai wadah guru, pihaknya tidak mendapat bantuan sama sekali. **
Reporter : Ardi Mahardika
Editor : Asiyah Afiifah
- Dilihat 355 Kali
Berita Terkait

0 Comments