Nasional / Politik dan Pemerintahan /
Follow daktacom Like Like
Kamis, 21/11/2019 19:14 WIB

Menanti Kepulangan Habib Rizieq Shihab

Pengamat Politik Tony Rosyid di studio Radio Dakta
Pengamat Politik Tony Rosyid di studio Radio Dakta
BEKASI, DAKTA.COM - Kepulangan Imam besar Forn Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab ke tanah air dinanti-nanti oleh pendukungnya. Banyak umat Islam yang mengaku rindu akan kehadiran dirinya sejak 3 tahun usai  hijrah ke Mekkah pada tahun 2017.
 
Terhalangnya kepulangan HRS digadang-gadang disebabkan adanya berbagai kepentingan oleh segelintir orang karena takut akan kehadiran sosok imam besar tersebut.
 
Pengamat Politik Tony Rosyid menyebut kepulangan Habib Rizieq Shihab (HRS) dari Arab Saudi tentu berdampak pada sisi politik Indonesia.
 
"Ketika Habib Rizieq pulang atau tidak, pasti akan diperhitungkan bagi penguasa bukan hanya Pak Jokowi saat ini melainkan siapapun itu," katanya dalam Dialog Interaktif di Radio Dakta, Bekasi, Kamis (21/11).
 
Apalagi jika Habib Rizieq pulang menjelang Reuni Akbar 212 pada 2 Desember tentu akan menimbulkan heroisme. Sehingga dipastikan massa yang hadir pada Reuni 212 itu akan membludak.
 
"Karena ada dua momentum, yaitu kepulangan Habib Rizieq, kemudian terkait dengan pasca tersangkanya Ahok sampai dua tahun penjara. Dua hal ini akan menjadi sebuah magnet bagi massa untuk hadir dan berbondong-bondong ke Reuni 212," jelasnya. 
 
Ia berpendapat, kepulangan Habib Rizieq bisa saja terjadi jika ada negosiasi diantara pihak Habis Rizieq Shihab dengan otoritas pemerintah Indonesia.
 
"Mungkin saja jika ada negosiasi misalnya Habib Rizieq tidak boleh berurusan dengan politik lagi dan kalau itu terjadi, prediksi saya Habib Rizieq akan pulang dengan nyaman. Kita bisa bayangkan, seandainya Habib Rizieq dengan Pak Jokowi, Pak Mahfud MD, menteri-menterinya, dan Pak Moeldoko yang selama ini berseteru di media kemudian duduk bareng pada saat reuni 212," paparnya. **
 
Editor : Asiyah Afiifah
Sumber : Radio Dakta
- Dilihat 609 Kali
Berita Terkait

0 Comments