Nasional / Teknologi /
Follow daktacom Like Like
Selasa, 22/10/2019 13:39 WIB

Desa Ini Manfaatkan Kotoran Ternak Jadi Biogas

Wayan Suweja, Koordinator Program Biogas BUMDes menunjukan proses pengolahan biogas
Wayan Suweja, Koordinator Program Biogas BUMDes menunjukan proses pengolahan biogas
BALI, DAKTA.COM - Desa Bongkasa Pertiwi, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali mengembangkan mesin pengolah limbah dari kotoran ternak menjadi biogas untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar pengganti gas elpiji.
 
Wayan Suweja, Koordinator Program Biogas Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bongkasa Pertiwi, menjelaskan bahwa biogas ini berasal dari limbah kotoran ternak, seperti babi, sapi, dan kambing yang diproses menjadi gas untuk memasak. Selain itu, limbah ternak ini juga diolah menjadi pupuk organik yang bersifat padat dan cair.
 
"Biogas ini sangat bermanfaat sekali bagi warga di Desa Bongkasa. Selama ada pengembangan biogas, saya belum pernah beli gas elpiji untuk memasak," ujarnya di Desa Bongkasa, Bali beberapa waktu lalu.
 
Ia memaparkan, pengolahan limbah ternak menjadi biogas dengan ukuran 4 kubik membutuhkan satu kotoran babi dan air satu setengah ember, sedangkan untuk kotoran sapi dicampurkan dengan satu ember.
 
"Warga di sini lebih banyak menggunakan kotoran babi. Kualitas yang dihasilkan biogas lebih baik, misalnya api lebih biru dari elpiji dan matang lebih cepat," katanya.
 
Program biogas ini diinisiasi oleh Danone dan BUMDes untuk mengembangkan potensi wisata di Desa Bongkasa. Danone juga mengenalkan program Pertanian Sehat, yaitu pertanian organik berbasis lingkungan.
 
"Setelah program ini berjalan bisa menghemat Rp80-Rp120 ribu perbulan. Semenjak program ini berjalan pada 2018, sudah ada 21 unit mesin pengolah biogas di desa ini," ucap Wayan.
 
Sementara itu, PT Danone Indonesia memang memiliki komitmen untuk memelihara lingkungan melalui dana tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR). Salah satu desa yang menjadi sasarannya adalah Desa Bongkasa di Bali.
 
Danone memiliki tiga program untuk CSR, yaitu Kampung Mandiri, Ayung Lestari, dan Mambal Lestari. Untuk di Desa Bongkasa, program yang dijalankan, yaitu Kampung Mandiri.
 
Di Desa Bongkasa ini memiliki potensi wisata tetapi tidak terkelola dengan baik. Karena budaya masyarakat di Desa Bongkasa adalah memelihara ternak, maka Danone dan BUMDes beserta swadaya masyarakat mengembangkan mesin pengolah limbah ternak khususnya babi untuk menjadi biogas.
 
Selain biogas dan pupuk organik, warga Desa Bongkasa juga mengembangkan di antaranya budidaya jamur Tiram yang diolah menjadi keripik jamur dan nuget, serta teh beras merah. ** 
Editor : Asiyah Afiifah
Sumber : Radio Dakta
- Dilihat 114 Kali
Berita Terkait

0 Comments