Nasional / Kesehatan /
Follow daktacom Like Like
Kamis, 19/03/2015 11:04 WIB

Aplikasi Vula App Untuk Pasien Katarak di Pedalaman Afsel

AFRIKA SELATAN_DAKTACOM: Operasi untuk menyembuhkan katarak sebenarnya sangat mudah dilakukan dan hanya butuh waktu 20 menit saja. Namun masyarakat di negara berkembang kerap kesulitan mendapatkan akses untuk ini. Salah satunya di Afrika Selatan.
 
Di pedalaman Afrika Selatan, banyak penduduk yang menderita katarak. Dua di antaranya adalah Ndawayipheli (72) dan istrinya, Nojongile (68). Namun karena tempat tinggal mereka, desa Kotyana terletak 1.300 kilometer jauhnya dari ibukota Cape Town, katarak mereka tak dapat segera didiagnosis, apalagi sampai diobati.
 
Daerah terdekat dari Kotyana yang bisa menyediakan operasi katarak adalah Mthatha. Sayangnya perjalanan dari Kotyana ke Mthatha menghabiskan waktu selama empat jam. Di sana pun daftar tunggu operasi kataraknya bisa mencapai satu tahun.
 
Baca juga: Orang Indonesia Masih Banyak yang Buta? Ini Gara-garanya 
 
Gambaran inilah yang kemudian mendorong Dr William Mapham, dokter spesialis mata yang berdinas di RS Tygerberg untuk menciptakan aplikasi khusus bernama Vula App. Vula sendiri diambil dari istilah bahasa Siswati, Xhosa dan Zulu yang berarti 'terbuka'.
 
Hanya dengan bermodalkan aplikasi ini, tenaga medis, terutama dokter umum, dapat melakukan tes penglihatan dan mengecek gejala sakit mata yang dialami pasien di pelosok Afrika Selatan sekalipun.
 
Si dokter umum tinggal memotret mata pasien, lalu mengunggahnya ke sistem yang ada pada aplikasi. Nantinya data ini akan dibaca serta dianalisis oleh seorang spesialis mata. Dari situ si dokter spesialis dapat menentukan diagnosis, merekomendasikan pengobatan atau memberikan rujukan kepada pasien.
 
Aplikasi ini secara tidak langsung membantu para tenaga medis yang ada di pedalaman, yang kebanyakan hanya dokter umum, untuk mengobati gangguan mata pada pasien yang mereka temui. Salah satu dokter umum yang sudah merasakan manfaat dari aplikasi ini adalah Dr Amy Linde.
 
"Vula App membantu menghubungkan kami dengan dokter spesialis yang sebelumnya sangat sulit kami jangkau. Dan yang pasti ini memberi kami pengalaman dan wawasan baru tentang sesuatu yang belum pernah ketahui," tuturnya seperti dikutip dari BBC, Kamis (19/3/2015).
 
Beruntung semenjak kepedulian tenaga medis terhadap kesehatan masyarakat di pedesaan Afrika meningkat, sebuah rumah sakit yang jaraknya hanya 8 kilometer atau satu jam perjalanan dari desa Kotyana akhirnya menyediakan layanan operasi katarak bagi yang membutuhkan. Tahun lalu Nojongile telah dioperasi di rumah sakit tersebut dan dinyatakan sembuh dari katarak.
 
"Hidup saya jauh lebih baik sekarang. Waktu saya masih buta, rasanya begitu buruk. Bahkan untuk hal sederhana seperti jalan-jalan saja saya tak berani karena saya tak bisa melihat apapun," kenangnya.
 
Kini tinggal sang suami yang masih takut untuk menjalani operasi. Namun Nojongile tak tinggal diam, dan terus berupaya meyakinkan suaminya bahwa operasi itu akan mengubah hidup mereka. Bahkan Dr Mapham jauh-jauh datang ke Kotyana untuk membantu meyakinkan Ndawayipheli.
 
Dan ternyata upaya ini berhasil. Setelah kondisi mata Ndawayipheli dicek oleh Dr Mapham dengan Vula App, ia pun dirujuk ke seorang dokter spesialis mata yang dulu menangani sang istri. Rencananya Ndawayipheli akan dioperasi tahun depan.
 
Editor: Ayu Yunita
 
Editor :
Sumber : detikcom
- Dilihat 1100 Kali
Berita Terkait

0 Comments