Galeri Dakta /
Follow daktacom Like Like
Senin, 23/09/2019 07:24 WIB

Taklim Dakta: Berhijrah Awal Kebangkitan Umat

Taklim Bulanan Radio Dakta bersama Ustadz Farid Okbah
Taklim Bulanan Radio Dakta bersama Ustadz Farid Okbah
BEKASI, DAKTA.COM - Gelombang fenomena hijrah di Indonesia bahkan dunia semakin santer terlihat. Sebagaimana janji Allah dalam Al Qur'an bahwa mereka akan berbondong-bondong masuk ke dalam Islam karena karunia-Nya.
 
"Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan hidayah dan ajaran haq agar Dia memenangkannya atas semua ajaran, meskipun kaum musyrik membencinya (QS. at-Taubah [9]: 33).
 
Ustadz Farid Okbah menjelaskan mereka yang telah memutuskan untuk berhijrah haruslah dengan niat sepenuh hati karena Allah SWT dan Rasulullah SAW. 
 
Menurutnya, sudah menjadi sunatullah manusia untuk berubah kearah yang lebih baik. Seperti miskin-kaya, kalah- menang, sulit-senang. Itu semua bisa diraih dengan berhijrah.
 
"Orang yang berhijrah di jalan Allah maka akan mendapatkan kelapangan dan kemudahan dalam hidupnya. Jadi jangan takut untuk berhijrah," ucapnya dalam Taklim Bulanan Radio Dakta, Ahad (22/9).
 
Ustadz Farid Okbah dalam Taklim Bulanan Radio Dakta 
 
Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang berhijrah, dan berjihad di jalan Allah, mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 218).
 
Ustadz Farid menuturkan, dalam proses hijrah harus berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW dengan mengerjakan amal sholih baik yang wajib maupun sunnah.
 
"Selain itu perkuat juga hablum minannas, berbuat baik kepada orang lain dan membangun silaturahmi antar kerabat. Hal ini jangan sampai putus," tuturnya.
 
Lebih lanjut, Ustadz Farid Okbah menerangkan bahwa hijrah dibagi menjadi dua, yakni hijrah dari tempat yang buruk ke tempat lebih baik dan hijrah dari perbuatan buruk ke perbuatan lebih baik.
 
"Sebagaimana Rasulullah SAW hijrah dari Makkah ke Madinah. Kita juga harus hijrah dari yang suka bid'ah ke tempat yang menegakkan Sunnah. Dari tempat maksiat atau keburukan ke tempat yang menegakkan kebenaran," jelasnya.
 
Setelah melalui proses hijarah, ketika itu pertama kali yang Rasulullah SAW lakukan adalah membangun sebuah masjid yang dikenal dengan Masjid Quba.
 
"Makanya kita dianjurkan untuk membangun masjid, karena kebangkitan umat Islam harus dimulai dari masjid," pungkasnya. **
 
Editor : Asiyah Afiifah
Sumber : Radio Dakta
- Dilihat 2756 Kali
Berita Terkait

0 Comments