Nasional / Ekonomi /
Follow daktacom Like Like
Sabtu, 21/09/2019 18:21 WIB

Kompas Travel Fair Jadi Ajang Promosi Wisata Halal

Talkshow Wisata Halal dalam Kompas Travel Fair di JCC
Talkshow Wisata Halal dalam Kompas Travel Fair di JCC
JAKARTA, DAKTA.COM - Kompas Travel Fair kembali digelar dalam rangka mempromosikan wisata halal Indonesia yang digelar di JCC, Senayan pada 20-22 September 2019. 
 
Pengembangan pariwisata halal Indonesia menjadi salah satu program prioritas Kementerian Pariwisata yang sudah dikerjakan sejak lima tahun yang lalu.
 
Dalam ajang talk show seputar travel halal di Kompas Travel Fair ini menghadirkan narasumber Chairman Indonesian Islamic Travel Communication Forum (IITCF) Priyadi Abadi yang mengatakan bicara halal bukan bicara persoalan SARA, tapi dalam rangka menjalankan undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.
 
“Karenanya umat Islam punya hak untuk menjalankan atau mendapatkan kebaikan dari sesuatu yang halal sebagai upaya memenuhi kebutuhan ruhani dan jasmani,” katanya.   
 
Priyadi menambahkan persoalan halal ini telah menjadi trend bahkan menjadi sesuatu yang dianggap sebagai bisnis baru untuk menjaring konsumen muslim. 
 
“Perusahaan maupun produsen harus mempertimbangkan pelayanan yang tidak hanya mengedepankan kualitas, namun juga memperhatikan jaminan halal agar tidak kehilangan kesempatan yang ada,” paparnya. 
 
Berdasarkan data dari GMTI (Global Muslim Travel Index) 2019 menunjukkan bahwa hingga tahun 2030, jumlah wisatawan muslim (wislim) diproyeksikan akan menembus angka 230 juta di seluruh dunia. Selain itu, pertumbuhan pasar pariwisata halal Indonesia di tahun 2018 mencapai 18%, dengan jumlah wisatawan muslim (wislim) mancanegara yang berkunjung ke destinasi wisata halal prioritas Indonesia mencapai 2,8 juta dengan devisa mencapai lebih dari Rp 40 triliun. 
 
Mengacu pada target capaian 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang harus diraih di tahun 2019, pemerintah dalam hal ini Kementerian Pariwisata menargetkan 25% atau setara 5 juta dari 20 juta wisman adalah wisatawan muslim.  
 
Untuk menyiapkan pariwisata halal di Nusantara, pemerintah juga mengembangkan 10 Destinasi Halal Prioritas Nasional di tahun 2018 yang mengacu standar GMTI, antara lain: Aceh, Riau dan Kepulauan Riau, Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur (Malang Raya), Lombok, dan Sulawesi Selatan (Makassar dan sekitarnya). **
Reporter : Boy Aditya
Editor : Dakta Administrator
- Dilihat 1049 Kali
Berita Terkait

0 Comments