Nasional / Kesehatan /
Follow daktacom Like Like
Jum'at, 13/09/2019 17:59 WIB

Pentingnya Deteksi Dini Penyakit Jantung Koroner

Bincang Kesehatan bersama dr. Dede Moeswir, Sp.PD-KKV, FINASIM, FAPSC, FSCAI dari RS Hermina Bekasi
Bincang Kesehatan bersama dr. Dede Moeswir, Sp.PD-KKV, FINASIM, FAPSC, FSCAI dari RS Hermina Bekasi
BEKASI, DAKTA.COM - Mayoritas masyarakat Indonesia masih sering menyepelekan sakit pada anggota badannya. Sehingga ketika sudah merasa semakin parah, barulah mereka sadar ternyata memiliki penyakit yang membahayakan.
 
Misalnya saja, masih banyak masyarakat yang menganggap nyeri dada itu hal biasa atau hanya sekadar masuk angin. Padahal nyeri dada hebat bisa jadi gejala jantung koroner yang merupakan penyakit cukup mematikan.
 
"Sebanyak 90 persen pasien jantung koroner tidak memiliki gejala. Tapi kebanyakan pasien yang datang, merasakan nyeri dada hebat, keringat dingin, mual dan muntah, syok, bahkan denyut jantung lebih lambat. Itu sebenarnya bagian dari gejala jantung koroner sampai pemeriksaan fase akhir," jelas dr. Dede Moeswir, Sp.PD-KKV, FINASIM, FAPSC, FSCAI dari RS Hermina Bekasi dalam Bincang Kesehatan di Radio Dakta, Kamis (12/9).
 
Ia menuturkan, sebenarnya segala penyakit bisa dicegah, dengan pengecekan kesehatan sejak dini, itu yang paling penting. Jadi ketika tubuh memberikan alarm sedang tidak sehat, maka segeralah melakukan pengecekan ke rumah sakit.
 
"Kelemahan masyarakat kita itu adalah keinginan mendeteksi dini penyakit masih rendah, kurang tereduksi dengan baik. Makanya perlu melakukan deteksi dini, kemudian mengenal gejalanya, selanjutnya baru melakukan pemeriksaan," paparnya.
 
Untuk itu, ia menganjurkan, lebih baik mendeteksi penyakit sejak dini, karena ketika kita telah menemukan gejala suatu penyakit, maka langsung bisa mencari solusi atau pengobatannya.
 
"Karena mereka yang terkena serangan jantung akut kebanyakan tidak dapat ditolong, mengingat waktu dan tempat kejadian yang tidak memungkinkan ke rumah sakit atau fasilitasnya tidak ada layanan Kardiovaskular," papar dr. Dede.
 
Hermina Bekasi merupakan salah satu rumah sakit yang melayani Kardiovaskular. Selain itu layanan poliklinik, bedah urologi, syaraf, sub spesial anak, dan lainnya.
 
Rumah Sakit Hermina Bekasi saat ini sedang mengembangkan Klinik Edelweiss yang merupakan klinik kesuburan dan bayi tabung.
 
Klinik ini menyediakan Paket Bayi Tabung Rp39.400.000 dan Inseminasi Intra Uteri seharga Rp3.575.000 dengan biaya paket termasuk obat stimulasi Nomoresponder, Ovum Pick Up, ICSI, dan Embrio Transfer. Pendaftaran dan informasi lebih lanjut hubungi 0812-8492-9197.
 
Selain itu, Rekan yang ingin melakukan pemeriksaan atau medical check up dapat langsung datang ke RS Hermina Bekasi, Jalan Kemakmuran No. 39, Margajaya Bekasi. Untuk informasi lebih lanjut kunjungi website www.herminahospitals.com atau hubungi (021) 884-2121.
 
 
Editor : Asiyah Afiifah
Sumber : Radio Dakta
- Dilihat 1248 Kali
Berita Terkait

0 Comments