Opini /
Follow daktacom Like Like
Rabu, 04/09/2019 17:36 WIB

Keniscayaan, Kota Bekasi Bersama Jakarta

Lambang Kota Bekasi
Lambang Kota Bekasi
DAKTA.COM - Ali Imam Faryadi, Pemerhati Muda Kota Bekasi
 
Presiden Jokowi baru-baru ini mengumumkan bahwa ibu kota negara akan dipindahkan dari Jakarta ke Kalimantan Timur tepatnya di Kabupaten Kutai Kertanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara. Rencana pemindahan ibu kota pastilah berkonsuekensi pada Perubahan Undang Undang nomor 29 tahun 2007 tentang Provinsi Jakarta sebagai Ibu Kota Negara. 
 
Diberbagai media wacana pemindahan ibu kota terus bergulir, pro dan kontra kerap mewarnai materi diskursus para politisi, pengamat, ekonom dan masyarakat pada umumnya. Mulus atau tidaknya agenda pemindahan ibu kota akan bergantung pada tangan dinginnya Pak Presiden dalam meraih dukungan wakil rakyat di DPR.
 
Diluar hingar bingar pemindahan ibu kota, kita juga dicengangkan dengan pemberitaan soal Kota Bekasi dimana melalui Wali Kota mengeluarkan statmen yang cukup mengejutkan, merespon wacana Provinsi Bogor Raya yang digulirkan oleh Wali Kota Bogor saudara Bima Arya dengan Penggabungan Kota Bekasi ke Provinsi DKI.
 
Bang Pepen sapaan Wali Kota Bekasi menganggap Kota Bekasi dan Jakarta memiliki kesamaan budaya dan historis sehingga jikalau Kota Bekasi bergabung ke Jakarta akan lebih dekat chemistry-nya ditambah  lagi dengan struktur sosial masyarakatnya yang tidak jauh berbeda. Apalagi tatanan masyarakat yang hitrogen yang sering disebut juga sebagai miniatur Indonesia. 
 
Dari aspek miniatur Indonesia, Kota Bekasi malah mendapatkan berbagai penghargaan dari berbagai lembaga antara lain mendapatkan predikat ke enam Kota Toleran dari Setara Institute di tahun 2018, di tahun 2017 Kota Bekasi juga mendapatkan penghargaan dari Komnas HAM, yaitu kota yang konsisten memupuk toleransi beragama. 
 
Predikat Kota Toleran yang disandang Kota Bekasi tentulah tidak lepas dari tangan dinginnya Bang Pepen selaku Wali Kota dalam mejaga dan merawat Kebhinekaan yang ada melalui kebijakan kebijakannya. 
 
Wacana yang digulirkan oleh Bang Pepen terkait penggabungan ke Jakarta tentulah memiliki alasan yang kuat. Selain kultur dan struktur sosial, Bang Pepen juga menyebutkan akan adanya percepatan pembangunan dimana orientasinya bermuara pada aspek kesejahterahan masyarakat secara cepat dan menyeluruh. 
 
Selaku Wali Kota, Bang Pepen pastilah memiliki data base yang akurat sebagai dasar argumen melalui Penggabungan Kota Bekasi ke Jakarta akan ada percepatan pembangunan. **
 
Editor : Asiyah Afiifah
Sumber : Ali Imam Faryadi
- Dilihat 493 Kali
Berita Terkait

0 Comments