Bekasi / Kota /
Follow daktacom Like Like
Jum'at, 23/08/2019 09:08 WIB

Serius Soal Wacana Bekasi ke Jakarta, Wali Kota Kunjungi Tokoh Betawi

Rahmat Effendi bersama Ali Anwar berkunjung ke tokoh Budayawan Betawi, Ridwan Saidi (istimewa)
Rahmat Effendi bersama Ali Anwar berkunjung ke tokoh Budayawan Betawi, Ridwan Saidi (istimewa)
BEKASI, DAKTA.COM - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi tampaknya serius dengan wacana rumor terkait pemekaran daerah gabungnya Kota Bekasi dengan DKI Jakarta.
 
Salah satu buktinya Rahmat Effendi ditemani budayawan Bekasi, Ali Anwar bertandang ke tokoh Budayawan Betawi, Ridwan Saidi di kediamannya, Kamis (22/8).
 
Dalam kesempatan itu, Ridwan Saidi menyambut baik wacana Kota Bekasi bergabung dengan Provinsi DKI Jakarta. Pasalnya Bekasi dengan DKI adanya kesamaan kultur budaya dan sejarah kewilayahan.
 
“Bagus kalau mereka masuk Jakarta, karena Bekasi itu wilayah budaya Betawi. Kita bukan bicara wilayah administrasi, wilayah budaya Betawi Bekasi itu karena mereka berbahasa Betawi,” kata Ridwan Saidi.
 
Sementara itu, Rahmat Effendi mengatakan bahwa kehadiran dirinya bertemu dengan tokoh betawi tidak lain untuk mendengar napak tilas sejarah Betawi yang ada di Jakarta dan Bekasi, bahwa dirinya hadir di kediaman Ridwan Saidi tidak lain untuk mendengar masuk-masukan dari sesepuh Betawi tersebut.
 
“Seperti yang disampaikan bang Ridwan Saidi, kulturnya Bekasi itu kental ke Betawi, bahasanya pun medok Betawi. Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi memang sudah terintegrasi dengan DKI. Hanya saja secara administrasi pemerintahannya berbeda,” jelas  Rahmat Effendi.
 
Menurutnya, jika Bogor menggagas Provinsi Bogor Raya, Bekasi itu wilayah hukumnya sudah ke Polda Metro Jaya. 
 
"Untuk tentaranya ke Jayakarta, Administratif hirarkisnya, dulu keresidenan Jatinegara itu, Jatinegara, Cilincing dan Bekasi," papar Rahmat Effendi.
 
Tahun 1976 Cilincing-Cakung diambil menjadi Jakarta, Tahun 1950-an Bekasi itu keluar Jatinegara, Tahun 1976 Cilincing-Cakung diambil.  "Nah sekarang kita tinggal hasil pemekaran kabupaten/kota tentunya punya historis budaya, sejarah yang sama dengan DKI," tegasnya. **
 
Reporter : Jaenudin Ishaq
Editor : Asiyah Afiifah
- Dilihat 388 Kali
Berita Terkait

0 Comments