Bekasi / Kota /
Follow daktacom Like Like
Senin, 19/08/2019 16:18 WIB

Kinerja Disdik Kota Bekasi Perlu Dievaluasi Terkait Pengadaan Meubelair

Meubelair di SDN Kayuringin Jaya 6 Kota Bekasi rusak
Meubelair di SDN Kayuringin Jaya 6 Kota Bekasi rusak
BEKASI, DAKTA.COM - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menegaskan jika kebutuhan akan meubelair sekolah harus dianggarkan setiap tahun. Hal ini perlu kecakapan dari Dinas Pendidikan Kota Bekasi dalam penganggaran di APBD setiap tahunya. Jika tidak cakap dalam merencanakan maka imbasnya masih ada sekolah yang kekurangan bangku dan meja belajar bagi siswa. 
 
"Tahun ini ada anggaran meubelair tapi enggak mencukupi. Harusnya saat dianggarkan di APBD bulan November 2019 dan dibeli sebelum bulan Maret atau bersamaan dengan penerimaan siswa baru," kata Rahmat Effendi, Senin (19/8). 
 
Meskipun saat ini banyak sekolah yang kekurangan meubelair dan ditemukan meubelair tidak layak di beberapa sekolah, Rahmat menilai program dinas pendidikan yang perlu dievaluasi. 
 
"Bukan persoalan buruk kinerja Disdik, tapi tangkepan dari Disdik tentang program yang masih belum cermat. Setiap tahun mestinya anggaran meubelair harus ada. Hal ini dilihat dari laju pertumbuhan anak di Kota Bekasi pertahun tinggi, makanya harusnya sudah dianggarkan," ungkapnya. 
 
Rahmat Effendi bahkan mengatakan jika kebutuhan meubelair di sekolah belum tercukupi maka partisipasi masyarakat bukan barang haram tapi harus dipertanggung jawabkan. 
 
"Komite dan wali murid harus musyawarah jika minta partisipasi wali murid harus benar dan tansparan jangan hanya fiktif. Kalau sudah ada barangnya lapor ke Disdik biar tercatat di neraca," katanya. 
 
Sementara di SDN Kayuringin Jaya 6 Kota Bekasi ada tiga ruang kelas (4,5,6) yang kondisi meubelairnya rusak parah. Informasi dari Kepala Sekolah SDN 6 Kayuringin Jaya Salawati bangku tiga ruang kelas tersebut belum diganti sejak 2016 lalu. 
 
"Kita sudah mengajukan ke Disdik tapi sejak 2016 belum ada pengadaan bangku dan meja buat kelas 4, 5, dan 6. Tiga ruangan ini ada sekitar 150 anak yang setiap hari belajar. Kita sudah perbaiki bangkunya tapi rusak lagi," terangnya. **
 
Reporter : Warso Sunaryo
Editor : Asiyah Afiifah
- Dilihat 321 Kali
Berita Terkait

0 Comments