Nasional / Kesehatan /
Follow daktacom Like Like
Selasa, 13/08/2019 15:49 WIB

Matahari Siang Hari Justru Baik Bagi Tubuh? Ini Jawabannya

Bincang Sehat bersama dr. Mervin Tri Hadianto, Sp.A dari RS Siloam Hospital Lippo Cikarang
Bincang Sehat bersama dr. Mervin Tri Hadianto, Sp.A dari RS Siloam Hospital Lippo Cikarang
BEKASI, DAKTA.COM - Salah satu nutrisi yang dibutuhkan tubuh adalah vitamin D yang bermanfaat untuk kalsium dan fosfat. Vitamin yang larut dalam lemak ini dibentuk di dalam tubuh dengan bantuan sinar matahari yang diserap melalui kulit.
 
Dokter Anak, dr. Mervin Tri Hadianto, SpA dari Siloam Hospitals Lippo Cikarang mengatakan pentingnya vitamin D yang cukup dalam tubuh untuk membantu kekuatan tulang dan otot. Apabila kekurangan atau defisiensi vitamin D maka akan menimbulkan rickets.
 
"Mereka yang kekurangan paparan sinar matahari bisa menimbulkan rickets  yang menyebabkan pertumbuhan tulang jadi abnormal seperti bengkok," katanya dalam Bincang Kesehatan di Radio Dakta, Selasa (13/8).
 
Ia membantah pandangan di masyarakat yang selama ini berkembang bahwa paparan matahari dapat membahayakan kesehatan kulit manusia.
 
"Matahari itu ciptakan tuhan sebagai anugerah. Sinar matahari terdapat tiga jenis, yaitu ultraviolet A, B, dan C," ujarnya.
 
Ia mengatakan, sinar matahari ultraviolet B adalah yang paling baik bagi kesehatan tubuh tidak terkecuali anak bayi. Ultraviolet B mempunyai sifat yang bisa membuat kulit menjadi kemerahan sampai di lapisan epidermis paling atas.
 
"Ultraviolet B yang paling bermanfaat, di kulit bagian bawah lapisan terdapat lemak yang sumbernya dari kolesterol sebagai bahan baku vitamin D. Dengan kombinasi panas matahari siang dan panas tubuh berubah lah menjadi vitamin D," jelasnya.
 
Menurutnya, ultraviolet B berada di pukul 10.00-16.00 WIB, jadi masyarakat disarankan untuk menjemur tubuh di waktu tersebut hingga warna kulit menjadi kemerahan.
 
"Saat itu paling bagus untuk berjemur bagi orang dewasa minimal 10-15 menit, sedangkan bayi hanya 5 menit sudah cukup," katanya.
 
Selain dihasilkan dari matahari, vitamin D juga dihasilkan dari tumbuhan dan makanan hewani seperti golongan kacang-kacangan, jamur kancing, produk susu sapi, ASI, ikan Belut, Salmon, ikan Heriang, sarden yang tinggi kandungan vitaminnya.
Editor : Asiyah Afiifah
Sumber : Radio Dakta
- Dilihat 364 Kali
Berita Terkait

0 Comments