Bekasi / Kota /
Follow daktacom Like Like
Rabu, 15/05/2019 14:54 WIB

Upaya Wujudkan Sekolah Ramah Anak di Kota Bekasi

Bincang Publik bersama Ketua Sekolah Ramah Anak dari KPAD Kota Bekasi, Aris Setiawan
Bincang Publik bersama Ketua Sekolah Ramah Anak dari KPAD Kota Bekasi, Aris Setiawan
BEKASI, DAKTA.COM - Sekolah Ramah Anak (SRA) adalah satuan pendidikan formal, nonformal, dan informal yang aman, bersih, sehat, peduli dan mampu menjamin serta menghargai hak hak anak. 
 
Sekolah Ramah Anak juga harus melindungi anak dari kekerasan, diskriminasi dan mendukung partisipasi anak tertuma dalam perencanaan, kebijakan, pembelajaran, pengawaasan dan mekanisme pengaduan terkait pemenuhan hak dan perlindungan anak di pendidikan.
 
Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi, Aris Setiawan mengatakan dalam rangka mewujudkan Kota Bekasi sebagai Kota Ramah Anak, salah satu indikatornya adalah memenuhi Sekolah Ramah Anak.
 
"Kami memfokuskan melakukan sosialisasi Sekolah Ramah Anak baik ke instansi sekolah, tenaga pendidik, maupun pelajar itu sendiri," kata Aris dalam Bincang Publik di Radio Dakta, Rabu (15/5).
 
Ia menuturkan, kategori sekolah yang terakreditasi sebagai Sekolah Ramah Anak, yaitu menyediakan media konseling yang bisa menjadi tempat anak untuk mengadukan segala persoalannya.
 
"Sekolah juga harus menciptakan kegiatan belajar yang menyenangkan, terbebas dari bullying atau penindasan. Begitu juga terhindar dari tindakan kriminal, terbebas dari asap rokok, pornografi, pelecehan seksual, dan vandalisme," paparnya.
 
Untuk di Kota Bekasi sendiri, kata Aris, memiliki sekitar 20 sekolah tingkat SMP dan 40 sekolah tingkat SD yang sudah bersertifikasi Sekolah Ramah Anak dari Dinas Pendidikan Kota Bekasi.
 
Menurutnya, dalam mewujudkan Kota Ramah Anak harus secara menyeluruh, seperti menyiapkan Sekolah Ramah Anak, Puskesmas Ramah Anak, dan Lingkungan Ramah Anak.
 
Ia menambahkan, untuk saat ini KPAD Kota Bekasi masih fokus mendampingi anak-anak yang mengalami permasalahan kesehatan, terjerat hukum, kasus bullying, tindakan kekerasan fisik maupun seksual, hingga persoalan sosial. **
Editor : Asiyah Afifah
Sumber : Radio Dakta
- Dilihat 214 Kali
Berita Terkait

0 Comments