Bekasi / Kabupaten /
Follow daktacom Like Like
Rabu, 31/07/2019 11:14 WIB

Normalisasi Kali Busa Terhambat Bangunan Liar

Tumpukan sampah di Kali Busa, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi (istimewa)
Tumpukan sampah di Kali Busa, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi (istimewa)
BABELAN, DAKTA.COM - Sampah menghampar di Kali Busa, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, yang menyebabkan aliran sungai jadi terhambat, bahkan air kali tidak tampak karena banyaknya sampah yang menumpuk. 
 
Camat Babelan, Deni Mulyadi menyatakan, penanganan masalah sampah di Kali Bahagia atau Kali Busa sebenarnya sudah dirapatkan sebelum persoalan ini mencuat.
 
"Dari awal 2019 itu sudah dimonitor dan dipantau oleh beberapa instansi terkait. Hanya kendala kita untuk membersihkan kali, yaitu adanya beberapa bangunan liar," kata Deni saat dikonfirmasi Radio Dakta, Rabu (31/7).
 
Menurutnya, bangunan liar itu menghambat alat berat yang akan diterjunkan dalam menormalisasi Kali Busa.
 
"Itu kan harus dinormalisasi pakai alat berat, tapi jalan masuknya itu nggak ada karena terhalang oleh beberapa bangunan liar. Jadi kita hanya berkoordinasi dengan pihak terkait karena itu bukan kewenangan kecamatan," tuturnya.
 
Ia mengaku, pada Kamis (1/8) besok, diperkirakan sebanyak 500 personel gabungan yang terdiri dari personel pemerintahan daerah, kecamatan, dan masyarakat akan melaksanakan kerja bakti.
 
"Insya Allah hari Kamis itu dari personel Pemda dan kecamatan akan diterjunkan untuk ikut membantu membersihkan Kali Busa," ucapnya.
 
Lebih lanjut, ia mengaku masyarakat sekitar sering melakukan kerja bakti. Namun sampah itu tidak bisa terbendung karena merupakan kiriman dari tempat lain.
 
"Kali Busa itu merupakan aliran yang berbatasan dengan Kecamatan Tarumajaya dan Kota Bekasi," ujarnya.
 
Sementara itu, untuk sosialisasi, pihak Kecamatan Babelan sudah meyampaikan dan memberikan imbauan sejak lama bahwa warga dilarang membuang sampah sembarang apalagi ke kali. **
 
Editor : Asiyah Afiifah
Sumber : Radio Dakta
- Dilihat 288 Kali
Berita Terkait

0 Comments