Oase Iman /
Follow daktacom Like Like
Selasa, 14/05/2019 13:43 WIB

Ramadhan Bulan Al-Quran

Membaca Al Quran
Membaca Al Quran
DAKTA.COM - Seandainya Al-Quran diturunkan kepada gunung niscaya akan hancur lebur. Namun, mengapa hati Anda tetap saja keras dan tak mempan dihadapan Al-Qur’an?
 
Kerasnya hati dikarenakan dosa dan maksiat. Juga dikarenakan lalainya hati karena dunia. Maka murnikanlah tauhid, bersihkan hati dan jangan terlalu sibuk dengan ambisi dunia.
 
Barangsiapa yang selalu mendekat kepada Allah, maka dia akan mudah mengambil pelajaran dari Al-Qur’an. Sejauh mana kita berinteraksi dengan Al-Qur’an, sejauh itu pula kita terlindungi dari kemaksiatan.
 
Diantara kebiasaan para ulama salaf apabila datang bulan Ramadhan, mereka menghentikan seluruh rutinitas untuk menyibukkan diri dengan ibadah, terutama Al-Qur’an dan sholat.
 
Utsman bin Affan pernah berkata,
 
"Demi Dzat yang jiwaku berada ditanganNya, seandainya hati kalian bersih tentu kalian tidak akan pernah merasa kenyang dari membaca Kalam Rabb kalian.”
 
Rasulullah SAW dan para sahabatnya sangat khusyu di hadapan Al-Qur’an. 
 
Manakala sholat, mereka mudah menangis tatkala membaca Al-Qur’an. Sebagian mereka ada yang membaca satu ayat dan mengulang-ulangnya hingga mereka tersenggal-senggal dalam tangisan.
 
Diantara mereka ada yang sangat khusyu’ dan tenggelam dalam kenikmatan Al-Qur’an, hingga mereka tidak mengetahui apa yang terjadi disekelilingnya. 
 
Tatkala sampai pada ayat surga, mereka berhenti dan berdoa untuk memintanya. 
 
Tatkala sampai pada ayat neraka, mereka berhenti dan berdoa berlindung agar diselamatkan darinya.
 
Semoga Allah jadikan kita Ahlul Qur’an yang berhak mendapat syafaat Al-Qur’an pada hari kiamat kelak. Aamiin. 
 
Penjelasan dari : Syaikh DR. Majid bin Abdullah Al Askar yang diterjemahkan oleh Ustadz Zainal Abidin, Lc.
Editor : Asiyah Afifah
Sumber : Radio Dakta
- Dilihat 223 Kali
Berita Terkait

0 Comments