Oase Iman /
Follow daktacom Like Like
Selasa, 14/05/2019 10:51 WIB

Dakwah yang Adem, Sejuk, dan Tenang

Ilustrasi
Ilustrasi
DAKTA.COM - Oleh: Ustadz Felix Siauw
 
Andai standar Rasulullah SAW adalah hanya menenangkan hati manusia, maka takkan ada gejolak yang sebabkan mangamuknya kafir Quraisy.
 
Andai dakwah Rasulullah saw hanya menyejukkan, maka kita takkan pernah mendengar ada siksaan ditimpakan pada para pengemban dakwah.
 
Andai Rasulullah hanya mendakwahkan yang membuat suasana jadi adem, maka kafir Quraisy tak masalah padanya, sebab tak terganggu aktivitasnya.
 
Tapi kita harus tahu, bahwa tenangnya hati, sejuknya jiwa, ademnya diri, adalah akibat dari keimanan. Bukan rasa yang muncul saat melihat kedzaliman.
 
Kaum Muslim tenang, sejuk, dan adem saat memahami bahwa mereka punya Allah, disaat yang sama mereka jijik, galau, dan resah saat melihat ketidakadilan.
 
Maka dakwah itu adalah mengubah. Dan tidak semua senang dengan perubahan. Terkhusus mereka yang sudah terbiasa berkalang kegelapan, pelaku kecurangan.
 
Sebab saat dakwah sudah mewujud, ia ibarat cahaya yang menyibak kegelapan, ibarat timbangan yang adil yang menghinakan kecurangan.
 
Sama seperti penjajah, yang dulu menerima bila Islam yang dipraktekkan hanya ritual, tapi sangat menentang begitu syariat diberlakukan di kehidupan.
 
Ulama yang menentang penjajahan, mereka labeli ulama radikal, mereka tangkapi. Ulama yang mau menerima dan menyanjung mereka, diangkat, dan ditinggikan.
 
Dulu saya tak suka dakwah, dan mereka yang berdakwah. Apa sebab? Saya merasa ide mereka bisa mengganggu kebebasan saya bermaksiat.
 
Kini, kitapun paham, mengapa ada yang memusuhi dakwah. Tapi kita tak patah semangat, sebab kebenaran akan selalu menemukan jalannya.
 
Saya tak berharap semua setuju pada dakwah, sebab yang terganggu mesti akan mengamuk. Tapi bagi yang sudah mengkaji Islam, berkomentarlah yang baik. **
Editor : Asiyah Afifah
Sumber : Ustadz Felix Siauw
- Dilihat 379 Kali
Berita Terkait

0 Comments