Bekasi / Kota /
Follow daktacom Like Like
Sabtu, 11/05/2019 11:35 WIB

Dishub Kota Bekasi tinggalkan Rapat Penanganan Dampak Lalin Pembangunan TOD Bekasi Timur

Kepala Bidang (Kabid) Teknik Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi, Johan Budi Gunawan
Kepala Bidang (Kabid) Teknik Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi, Johan Budi Gunawan

BEKASI, DAKTA.COM - Dalam rapat lanjutan finalisasi pembahasan dampak lalin  pembangunan Transit Oriented Development (TOD) Bekasi Timur (Kab Bekasi), Kepala Bidang (Kabid) Teknik Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi, Johan Budi Gunawan meninggalkan Ruang Rapat Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Kamis, (9/5/2019) dikarenakan usulan yg disampaikan tidak diperhatikan sebelum pengoperasian TOD Bekasi Timur.

Ia juga merasa kecewa, karena dari  Kabupaten Bekasi yang menjadi lokasi TOD dimaksud  tidak diundang untuk melakukan pembahasan lanjutan mengenai hal tersebut.

"Saya sayangkan Dishub Kabupaten Bekasi tidak di undang, dan  dinas bina marga dan sumber daya air (BMSDA) Kota Bekasi juga tidak di undang, padahal mereka memiliki kewenangan penanganan jalan di wilayah Kota Bekasi, itu juga menyangkut di Kota Bekasi. Saya sayangkan sekali itu, saya perwakilan dari Dishub Kota Bekasi tidak mau semua dampak pembangunan terlebih berada di wilayah lain akhirnya merugikan Kota Bekasi," ungkapnya kecewa.

Lebih detail Johan mengemukakan ketika rapat, diusulkan adanya jembatan penghubung dari lokasi TOD  ke Jalan Tarum Barat  (Kalimalang). Bila tidak ada jembatan penghubung, ia khawatir dampak lalu lintas baik kendaraan roda 4, roda 2 dan Angkutan Umun akan menambah beban lalu lintas  di Jalan Joyomartono, padahal akses masuk dan keluar Apartemen jga menggunakan Jl.Joyomartono, terlebih akses keluar masuk tepat didepan akses masuk keluar Tol Japek dan Simpang Chairil Anwar-Joyomartono.

"Saya minta TOD jangan keluar masuk melalui joyomartono, saya minta akses masuk keluar melalui  jembatan penghubung jalan ke kalimalang, agar kemacetan akan berkurang. Dan ternyata progres pembangunan itu dihilangkan,   walaupun pada saat paparan dari Konsultan rekomendasi yg disampaikan ada peningkatan jembatan dari 3 meter menjadi 20 meter, terpaksa saya langsung keluar rapat, saya punya beban moral apabila  terjadi tambahan masalah lalu lintas yg seharusnya bisa diminimalisir," tegasnya mengingat Kota Bekasi sedang berjuang mengatasi kemacetan yang terjadi.

"Saya tidak mau jalan joyomartono jadi titik macet yang berimbas pada simpang2 lain dikawasan tersebut, terlebih  di area tsb direncanakan akan menjadi lintasan  tol becakayu, kenapa tidak di undang agar terbentuk sinergitas pembangunan. makanya saya berpikir lbh baik meninggalkan rapat n  tidak menandatangani  berita acara rapat tersebut," Sambung Johan.

Dan sebagai solusinya Dishub dalam waktu dekat akan mengundang OPD Terkait kaitan dgn penanganan dampak lalin yg hasilnya akan dilaporkan kepada Walikota Bekasi.

Reporter : Warso Sunaryo
Editor : Dakta Administrator
- Dilihat 956 Kali
Berita Terkait

0 Comments