Harokah Islamiyah /
Follow daktacom Like Like
Jum'at, 10/05/2019 10:48 WIB

Panduan Sholat Tarawih di Rumah Untuk Wanita

Sholat terawih berjamaah
Sholat terawih berjamaah
Bismillahi assalamualaikum adakah yang punya panduan tata cara solat tarawih di rumah untuk perempuan??
 
Karlita, di Jawa Tengah.
 
Jawaban:
 
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
 
Bismillah walhamdulillah was sholaatu wassalam’ala Rasulillah, amma ba’du.
 
Pada dasarnya, semua sholat kaum wanita lebih afdhol dikerjakan di rumah. Sholat wajib apalagi yang sunah. Dalilnya adalah hadis dari sahabat Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, hadis dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
 
“Sholatnya wanita di kamarnya, lebih afdhal daripada sholatnya di ruang keluarga rumahnya. Sholatnya wanita di kamar khususnya (tempat simpanan barang berharganya, pen.) lebih utama dari sholatnya di kamarnya.” (HR. Abu Dawud)
 
Lebih afdhal di sini, mohon tidak disalahpahami tidak boleh. Lebih afdhal, artinya lebih besar pahalanya. Tentu kita tidak berani mengatakan demikian jika tidak ada dalil yang menunjukkan seperti ini. Jika kita tanyakan kepada perasaan kita, tentu masjid lebih utama untuk semua orang, laki-laki maupun perempuan. Namun, Islam adalah agama yang ilmiyah, semuanya didasari dalil, yang menyimpan hikmah dan manfaat besar untuk semua makhluk.
 
Muslim, seperti maknanya berserah diri, yakni menyerahkan sepenuhnya kepada Al Qur’an dan Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Slogannya saat bertemu dengan Al Qur’an dan Hadist maka hendaknya mengatakan “Aku mendengar dan aku taat..!”
 
Suatu hari seorang sahabat wanita bernama Ummu Humaid –radhiyallahu’anha– pernah datang menemui Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam, mengutarakan curhatan, “Ya Rasulullah, saya ingin sekali shalat berjamaah bersama Anda.”
 
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menjawab,
 
“Aku tahu keinginan itu, bahwa anda sangat ingin shalat berjamaah bersamaku. Namun, shalatmu di dalam kamarmu lebih utama dari shalatmu di ruang tengah rumahmu. Dan shalatmu di ruang tengah rumahmu lebih utama dari shalatmu di ruang terdepan rumahmu. Shalatmu di ruang luar rumahmu lebih utama dari shalat di masjid kampung mu. Shalat di masjid kampung mu lebih utama dari shalat di masjidku ini (Masjid Nabawi).”
 
Setelah mendengar petuah mulia ini, Ummu Humaid meminta dibangunkan mushola di pojok kamar miliknya. Di situ beliau shalat sampai berjumpa dengan Allah (wafat). (HR. Ahmad, 6: 371. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa hadis ini shahih)
 
Al-Hafidz Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan,
 
Dalam hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu yang diriwayatkan Bukhari, “Shalatnya lelaki secara berjamaah itu dilipatkan’’ ini menunjukkan bahwa shalat wanita berjamaah di masjid tidak dilipatkan pahalanya. Karena shalat wanita di rumahnya lebih baik dan lebih afdhal. (Fathul Bari, 6/19)
 
Namun bukan berarti tidak boleh sholat jama’ah di masjid. Apalagi jika manfaatnya besar seperti untuk mendengarkan tausiah, lebih semangat dan lebih mampu khusyu’. Kemudian dirinya dapat menjaga rambu-rambu syari’at :
 
[1]. Berhijab sempurna, tidak berdandan yang mengundang perhatian laki-laki.
 
[2]. Tidak memakai minyak wangi saat keluar rumah.
 
[3] Mendapat izin suami.
 
Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
 
“Janganlah kalian menghalangi istri-istri kalian untuk ke masjid. Jika mereka meminta izin pada kalian maka izinkanlah dia.” (HR. Muslim, no. 442)
 
Teknis Shalat Tarawih Wanita di Rumah
 
Setidaknya ada tiga cara shalat wanita di rumah :
 
[1]. Sholat sendiri. Karena memang wanita tidak wajib sholat jama’ah di masjid.
 
[2]. Shalat jama’ah bersama sesama wanita. Bersama ibu, bibi, anak perempuan atau madunya. Caranya wanita yang menjadi imam, berdiri ditengah barisan shof, tidak seperti format jama’ah kaum laki-laki yang Imam berada di depan.
 
Sebagaimana keterangan dari Imam Al Baghowi dalam kitab At Tahzib fi Fiqhil Imam as-Syafi’i, sunahnya imam wanita berada di tengah-tengah barisan shof, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Al Baihaqi dalam melalui sanad yang shahih bahwa Aisyah dan Ummu Salamah pernah mengimami sholat jama’ah wanita, mereka berdiri di tengah-tengah barisan shof. (At Tahzib, 2/276)
 
[3]. Shalat jama’ah bersama suami atau kerabat laki-laki. Untuk sholat fardhu, laki-laki wajib berjama’ah di masjid. Adapun sholat sunah, boleh dikerjakan di rumah. Berdasarkan keumuman hadis,
 
“Kaum muslimin sekalian, sholatlah di rumah-rumah kalian. Karena sholat seseorang yang paling afdhal itu yang dikerjakan di dalam rumahnya, kecuali sholat wajib.” (HR.Nasa-i)
 
Namun khusus sholat tarawih, untuk laki-laki tetap lebih utama dikerjakan di masjid. Karena demikianlah praktek Nabi shallallahu’alaihi wasallam, dahulu beliau pernah sholat tarawih tiga malam berturut-turut. Lalu berhenti karena khawatir tarawih menjadi wajib. Dan praktek Kholifah Umar bin Khattab radhiyallahu’anhu, beliau memerintahkan rakyatnya; para sahabat dan tabi’in, melakukan tarawih berjama’ah di masjid Nabawi sepanjang Ramadhan.
 
Dalam Fatawa Islamqa, asuhan Syekh Muhammad Sholih Al Munajid –hafidzohullah– diterangkan, sholat tarawih seorang laki-laki berjama’ah di masjid, itu lebih afdhal. Namun jika dia ingin sholat sendiri ndi rumah atau berjama’ah bersama keluarganya, itu boleh.
 
Dengan melakukan trik yang kedua dan ketiga di atas yakni tarawih jama’ah di rumah, seorang wanita insyaallah akan mendapatkan pahala ini.
 
Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, “Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,
 
“Siapa yang shalat bersama imam sampai selesai, maka ia dicatat pahala mengerjakan shalat semalam suntuk (semalam penuh).” (HR. Tirmidzi, beliau mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih). **
Editor : Asiyah Afifah
Sumber : Konsultasisyariah.com
- Dilihat 144 Kali
Berita Terkait

0 Comments