Daktatorial /
Follow daktacom Like Like
Kamis, 09/05/2019 15:40 WIB

Apa Kata Netizen: Duka yang Belum Berhenti dari Pemilu 2019

Ilustrasi mayat
Ilustrasi mayat
JAKARTA, DAKTA.COM - Hingga saat ini rakyat Indonesia masih berjuang untuk mengawal rekapitulasi perhitungan suara dari kota hingga ke pelosok negeri ini. Perjuangan belum berakhir, untuk menegakkan demokrasi dan keadilan untuk rakyat. Tapi nih netizen, ada hal lain yang tidak boleh kita lupakan, yaitu perjuangan para pahlawan demokrasi. 
 
Mereka meninggal dunia setelah hari pencoblosan karena kelelahan bertugas di TPS, dan beberapa dari mereka ternyata sudah berusia lanjut. Kita harus memperhatikan keluarga yang mereka tinggalkan, bagaimana anak dan istri mereka menjalani kehidupan selanjutnya. Dan Pemerintah harus mengambil peran bertanggung jawab, terhadap hal ini. 
 
Kabar baiknya, KPU RI telah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk memberikan usulan pemberian santunan bagi petugas yang meninggal dunia saat menjalankan tugasnya dan disambut baik oleh menteri keuangan Sri mulyani. 
 
Namun, Kementerian Keuangan masih mengkaji berapa besar biaya yang dibutuhkan, dan bagaimana memutuskannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
 
Semoga keadilan juga berpihak pada mereka pahlawan demokrasi yang telah gugur pada Pemilu 2019 ini. Pada Selasa, 23 April 2019 KPU RI Mencatat, 109 orang petugas KPPS meninggal dunia dan 70 orang menderita sakit. Di Jawa Barat saja, Ketua KPUD Rifki Ali Mubarok mengatakan, ada 30 orang meninggal dunia dan 14 orang di rawat pada beberapa rumah sakit. 
 
Sementara itu, Kapolda Jawa barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan, ada dua anggota Polri yang gugur saat pengamanan tempat pemungutan suara (TPS), Agung mengatakan, mereka yang gugur, dinaikkan pangkatnya satu tingkat lebih tinggi.
 
Data terbaru dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) per Selasa (7/5/2019), jumlah petugas penyelenggara pemilu yang meninggal dunia tercatat mencapai 456 orang. Sementara, 3.658 lainnya dilaporkan sakit. 
 
Petugas penyelenggara itu merupakan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Angka petugas yang wafat itu belum termasuk anggota Bawaslu yang berjumlah 92 orang dan Kepolisian 25 orang.
 
Kejadian ini jelas ada yang salah dan tak bisa dimaklumi hanya dengan uang kompensasi, butuh investigasi mendalam dari pihak yang berwenang agar menjadi sebuah pembelajaran yang berarti bagi negeri ini, karena nyawa para pahlawan demokrasi yang gugur tersebut, tak cukup hanya dengan membayar kompensasi kematian dan ucapan duka cita; pembunuhan tak berencana dalam rencana, mungkin adalah kata paling tepat dialamatkan pada peristiwa ini. (Izal)
Editor : Asiyah Afifah
Sumber : Radio Dakta
- Dilihat 931 Kali
Berita Terkait

0 Comments