Jurnal Haji /
Follow daktacom Like Like
Rabu, 17/07/2019 16:08 WIB

Pengertian Dan ketentuan Ibadah Haji

Jemaah haji di depan Kakbah
Jemaah haji di depan Kakbah

BEKASI, DAKTA.COM - Kata  Haji  menurut  bahasa  artimya  “Menyengaja”.  Menurut  istilah  Haji  berarti  mengunjungi Baitullah  di  Makkah  dengan  niat  melakukan  Ibadah  semata-mata  karena  Allah  SWT.  Dengan syarat-syarat dan waktu yang sudah ditentukan.

Hukum  Haji  adalah  “wajib”  bagi  orang  Islam  yang  mampu  sekali  seumur  hidup.  Sebagaimana Firman Allah  Azza wa Jalla dalam  Surah Ali Imran, ayat ke- 97:  

 “....Mengerjakan  Haji  adalah  kewajiban  manusia  terhadap  Allah,  yaitu  bagi  orang-orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah”.

 

Syarat wajib melaksanakan ibadah haji:
 
1.Islam
2.Berakal Sehat
3.Baligh
4.Mampu (Istitha’ah) yaitu :

-Sehat Jasmani  
-Ada bekal untuk biaya perjalanan dan untuk orang yang ditinggalkan
-Ada kendaraan
-Aman di perjalanannya.
-Bagi Wanita harus ada muhrim

Rukun  haji  adalah:  Segala  sesuatu  yang  harus  dikerjakan  dalam  ibadah Haji  jika  tidak dilaksanakan maka ibadah Hajinya tidak sah. Oleh karena itu  harus mengulang lagi pada waktu yang lain.

Adapun yang termasuk rukun haji adalah:

1.Ihram, yaitu yaitu mengerjakan ibadah haji dengan memakai pakaian Ihram yaitu dengan niat.

2.Wukuf, Yaitu berhenti di Arafah  dimulai dari tergelincirnya mata hari tanggal 9 Dzulhijjah sampai terbenam matahari.

3.Thawaf, Yaitu mengelilingi Ka’bah tujuh kali putaran dimulai dari Hajar Aswat dengan posisi Ka’bah selalu berada di sebelah kiri yang berthawaf.

4.Sa’I, Yaitu berlari-lari kecil dari Bukit Safa ke bukit Marwah sebanyak tujuh kali.

5.Tahallul   (memotong   rambut)   Yaitu   melepaskan   diri   dari   Ihram   haji   sesudah  selesai  mengerjakan   seluruh  rangkaian   ibadah  Haji  dengan   cara   mencukur rambut  sekurang-kurangnya tiga helai rambut.

6.Tertib, artinya rukun haji secara berurutan dari awal sampai akhir.



Wajib  haji  adalah  segala  sesuatu  yang  harus  dikerjakan  dalam  ibadah  Haji,  apabila  tidak dilakukan atau tertinggal salah satu  diantaranya,  boleh diganti dengan Dam (denda) dan ibadah Hajinya sah. Adapun termasuk wajib haji adalah :
1.Ihram  dari  Miqat.  Miqat  adalah  batas  waktu  dan  tempat  yang  sudah  ditentukan    untuk berihram dengan  niat ihram Haji.

2.Mabit di Muzdalifah.

3.Melempar tiga Jumrah yaitu Jumrah Ula, Wustha dan Aqabah.

4.Mabit ( bermalam) di Mina.

5.Meninggalkan larangan-larangan Haji.

6.Thawaf wada’ (thawaf perpisahan).
 

Selain  Rukun  dan  Wajib  haji,  ada  juga  hal-hal  yang  disunahkan  dalam  pelaksanan  ibadah  haji yaitu:
 
1.Membaca talbiyah
2.Berdoa setelah membaca talbiyah
3.Berdzikir setelah thawaf
4.Masuk ke Ka’bah
5.Melaksanakan haji ifrad
 
Larangan pada waktu Haji :
1.Larangan jama’ah haji laki-laki :
 
a.Memakai pakaian yang berjahit
b.Memakai tutup kepala.
 
2.Larangan Jama’ah Haji perempuan :
 
a.Memakai tutup wajah
b.Memakai sarung tangan, jika larangan dilanggar ia wajib membayar dam (denda)
 
3.Larangan jama’ah laki-laki maupun perempuan:
 
a.Memakai wangi-wangian
b.Mencukur rambut atau bulu dada
c.Memotong kuku
d.Menikah atau menikahkan atau menjadi wali nikah
e.Bersetubuh
f.Berburu atau membunuh Binatang liar dan halal dimakan
 
Dam   adalah   denda   atau   fidyah   yang   wajib   dibayarkan   karena   beberapa   sebab   di   dalam menunaikan haji dan umrah. Beberapa jenis dam (denda) :
 
1. Dam  tamatu  dan  qiran,  yaitu  dengan  cara  menyembelih  seekor  kambing  yang sah untuk qurban atau berpuasa  sepuluh  hari  (tiga  hari  dilakukan  sewaktu ihram  dan  tujuh  hari dilakukan setelah sampai di tanah air.
 
2. Dam karena mengerjakan salahsatu dari beberapa larangan haji, yaitu dengan cara melakukan salah  satu  dari  tiga  pilihan  (menyembelih  seekor  kambing  yang  syah  untuk  Qurban,  puasa tiga hari, atau bersedekah dengan 9,3 liter makanan).
 
3. Dam  karena  bersetubuh,  yaitu  dengan  cara  menyembelih  seekor unta,  atau  sapi,  atau  tujuh ekor  kambing,  atau  memberi  makanan  seharga  unta  kepada  fakir  miskin  di  tanah  haram, kalau tidak sanggup juga maka diwajibkan berpuasa untuk setiap 1 mud makanan dari harga unta itu berpuasa 1 hari.
 
4. Dam  karena  membunuh  hewan  buruan  di  tanah  haram,  yaitu  dengan  cara  menyembelih hewan  jinak  yang  setara  dengan  hewan  yang  dibunuh,  jika  tidak  mungkin  boleh  bersedekah dengan  makanan  seharga  hewan  yang  dibunuh,  jika  tidak  mungkin  juga  boleh  dengan berpuasa dengan perhitungan tiap mud satu hari puasa.
 
 
Editor : Andy Faizal
Sumber : Radio Dakta
- Dilihat 170 Kali
Berita Terkait

0 Comments