Bekasi / Kabupaten /
Follow daktacom Like Like
Rabu, 17/07/2019 11:59 WIB

Rencana Pembangunan Embung Atasi Kekeringan Dinilai Tak Efektif

Embung Temukus di Banjar Temukus, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem (ilustrasi)
Embung Temukus di Banjar Temukus, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem (ilustrasi)
CIKARANG, DAKTA.COM - Ketua Himpunan Mahasiswa dan Pengusaha Indonesia (Himapindo) Budiyanto mengkritisi langkah Pemkab Bekasi yang berencana membangun sumur dan embung dalam mengatasi kekeringan.
 
Menurutnya, dalam menyelesaikan persoalan di Kabupaten Bekasi harus dengan ilmu dan teknologi, sehingga tidak efektif dan tidak bisa menyelesaikan secara ilmiah dan alamiah.
 
Terkait kekeringan, bukan terjadi setahun, melainkan setiap tahun, pihaknya pun mengkritisi langkah pemerintah daerah yang akan membuat sumur dan embung.
 
"Sumur dan embung tidak menyelesaikan masalah, karena sumber air yang digali tidak akan ada," ucapnya di Cikarang, Rabu (17/7).
 
Oleh karena itu, pembuatan danau di sisi Sungai Cipamingkis antara Desa Medal Krisna dan Ridhogalih dirasa perlu agar mampu menampung air.
 
"Air yang berlimpah saat musim hujan ditampung di sungai yang jumlahnya 4 juta kubik, sehingga jika kekeringan masyarakat bisa memanfaatkan danau yang dibuat," katanya.
 
Pemerintah disarankan untuk membeli tanah di sisi kanan dan kiri Sungai Cipamingkis untuk membuat danau penampungan tersebut.
 
Budiyanto yang juga merupakan caleg terpilih dapil 1 PKS itu menyebut tanah yang ada di sisi Sungai Cipamingkis tidak produktif dan kering, sehingga lebih baik dimanfaatkan untuk danau.
 
"PDAM yang menjadi pemasok air bersih juga tidak bisa mengaliri air karena sungainya kering dan kotor," katanya.
 
Sementara itu, Pemkab B ekasi berencana membangun 120 sumur bor, dan 14 embung sebagai solusi jangka panjang mengatasi kekeringan setiap tahun. **
Reporter : Ardi Mahardika
Editor : Asiyah Afiifah
- Dilihat 268 Kali
Berita Terkait

0 Comments