Nasional / Ekonomi /
Follow daktacom Like Like
Selasa, 16/07/2019 08:32 WIB

Demi Pembangunan Anggaran Kemendikbud Dipangkas Rp1 Triliun

Ilustrasi penyusunan anggaran
Ilustrasi penyusunan anggaran
JAKARTA, DAKTA.COM - Menteri Keuangan Sri Mulyani akan memangkas anggaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) hampir Rp1 triliun pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020.
 
Sebagai gantinya, alokasi anggaran itu akan dialihkan untuk pembangunan lewat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kementerian Ketenagakerjaan.
 
Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy usai rapat terbatas pagu indikatif RAPBN 2020 di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/7).
 
Ia menjelaskan anggaran kementeriannya dipotong lalu dialihkan ke kementerian lain demi mempercepat penyelesaian program pembangunan.
 
Sebab, anggaran beberapa program utama pemerintah dimasukkan ke anggaran Kemendikbud, tetapi program tersebut sejatinya bisa dieksekusi oleh kementerian lain karena bersinggungan.
 
Misalnya, revitalisasi bangunan sekolah yang rusak. Rencananya, ada sekitar 73 bangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang revitalisasinya diserahkan ke Kementerian PUPR.
 
"Karena klasifikasi revitalisasinya berat, itu diserahkan ke Kementerian PUPR, tapi untuk revitalisasi ringan masih di bawah Kemendikbud," ungkap Muhadjir. 
 
Selain beralih ke Kementerian PUPR, Muhadjir mengatakan anggaran kementeriannya juga beralih ke Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Perindustrian. Sebab, kedua kementerian bersinggungan dengan program vokasional.
 
Namun, ia belum merinci berapa jumlah pengalihan anggaran tersebut.
 
Kendati anggaran kementeriannya bakal dipangkas, tetapi Muhadjir memastikan bahwa pemerintah tetap memberikan porsi 20 persen APBN untuk sektor pendidikan. Pemerintah akan tetap memberikan alokasi anggaran pendidikan melalui transfer ke daerah.
 
Sayangnya, ia enggan merinci berapa total anggaran untuk sektor pendidikan pada tahun depan. 
 
"Transfer ke daerah untuk fungsi pendidikan tetap naik drastis. Apalagi peningkatan SDM menjadi prioritas kabinet periode kedua," tandasnya. **
Editor : Asiyah Afiifah
Sumber : CNN Indonesia
- Dilihat 356 Kali
Berita Terkait

0 Comments