Pemilu 2019 /
Follow daktacom Like Like
Kamis, 18/04/2019 13:34 WIB

Server KPU Kerap Down, Indonesia Tidak Mengenal e-Voting

Ilustrasi hacker
Ilustrasi hacker
JAKARTA, DAKTA.COM - Peneliti Lembaga Riset Keamanan Siber dan Komunikasi (CISSReC),Ibnu Dwi Cahyo mengimbau masyarakat tidak perlu resah dengan sulitnya untuk mengakses situs KPU RI. 
 
"Ada dua kemungkinan mengapa situs KPU RI sangat sulit untuk diakses, pertama bisa jadi memang karena diretas, kedua karena yang mengakses terlalu banyak dan ini juga sudah terjadi berkali-kali waktu Pilkada serentak kemarin," jelas Ibnu saat dihubungi di Jakarta pada Kamis (18/4).
 
Ibnu menerangkan bahwa data hitung cepat KPU yang dipampang melalui laman website mereka bukanlah menjadi patokan hasil sesungguhnya karena Indonesia tidak menganut sistem electronic voting seperti Amerika Serikat. 
 
"Ini membuat setiap pagelaran pemilu isunya selalu sama, website KPU Down, diretas, mau diutak-atik hasilnya, padahal Indonesia tidak menganut sistem electronic voting," jelasnya. 
 
Sebelumnya juga muncul gambar di sosial media mengenai informasi traffic serangan siber yang meningkat ke Indonesia. 
 
Namun Ibnu mengatakan bahwa traffic serangan siber tersebut bukan milik situs KPU namun juga beberapa website antivirus lainnya seperti Kaspersky, Defender, dan Smadav yang memang sudah terjadi setiap hari.
 
"Jadi jika itu dianggap sebagai serangan ke KPU itu sangat gegabah, yang mempunyai situs keamanan siber memang ada data seperti itu setiap hari. Kita tidak bisa menjadikan itu patokan banyaknya serangan ke situs KPU," tutupnya. **
Reporter : Boy Aditya
Editor : Asiyah Afifah
- Dilihat 483 Kali
Berita Terkait

0 Comments