Nasional / Ekonomi /
Follow daktacom Like Like
Rabu, 10/07/2019 17:08 WIB

Biaya Ongkir Produk Cina Disubsidi, Rugikah Pedagang Dalam Negeri?

Kargo (Foto/Tempo)
Kargo (Foto/Tempo)

JAKARTA, DAKTA.COM - Ada yang menarik pada transaksi online di tanah air dalam beberapa waktu terakhir ini, yaitu murahnya biaya ongkos kirim (ongkir) produk dari luar negeri, khususnya produk asal Cina. Harga ongkir tersebut jauh lebih murah dibanding biaya ongkir produk dalam negeri.

Ketua Asosiasi e-commerce Indonesia (idEA)' Ignasius Untung mengatakan biaya ongkir dari Cina yang lebih murah tersebut dibanding biaya ongkir di dalam negeri karena ada subsidi dari pemerintah Beijing.

Misal saja, biaya ongkir kemeja dari Cina ke Jakarta hanya Rp 8.000 - Rp 10.000 dengan waktu pengiriman kurang dari dua minggu. Sementara pengiriman produk dari  bandung ke Jakarta Rp 6.000 - Rp 7.000. Padahal dari sisi jarak, China-Jakarta lebih jauh ketimbang Bandung-Jakarta.

Selain ongkir yang murah tersebut, produk-produk dari Cina ini menawarkan harga yang lebih murah dibanding produk sejenis buatan dalam negeri.

"Pemerintah China sepertinya membuat kebijakan dan kemudahan dalam perijinan bahkan mensubsidi akibatnya ongkosnya bisa lebih murah  secara artificial," ujar  Untung di Jakarta, Rabu (10/7/2019).

Beberapa market place yang menyediakan barang-barang impor dari negeri Tiongkok tersebut adalah JD.id, Lazada, Shopee, serta Tokopedia.

Fenomena biaya ongkir dari luar negeri yang lebih murah dibanding biaya ongkir produk dalam negeri ini, adalah suatu yang wajar dalam dinamika perdagangan, apalagi dalam Industri 4.0. Teknologi dan efektivitas menjadi kunci dalam bertransaksi, untuk merengkuh profit sebanyak-banyaknya. Tapi bila menggunakan perspektif ketahanan negara, apakah ini akan mengancam eksistensi pedagang lokal?

Mari kita perhatikan bersama-sama terkait fenomena ini, karena hanya waktu yang bisa menjawabnya. Tentu kita punya tanggung jawab moril agar pedagang Indonesia tidak merugi dan gulung tikar, dengan cara memilih dan membeli produk dalam negeri, walau harganya sedikit lebih mahal. (Izal)

Editor : Andy Faizal
Sumber : CNBC Indonesia
- Dilihat 726 Kali
Berita Terkait

0 Comments