Nasional / Lingkungan Hidup /
Follow daktacom Like Like
Selasa, 09/07/2019 14:48 WIB

Kesempurnaan Sayyidul Istighfar

Ilustrasi berzikir
Ilustrasi berzikir
DAKTA.COM - Umat Islam dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk membaca istighfar atau meminta ampun kepada Allah SWT. Hal itu karena manusia tidak luput dari dosa dan kesalahan.
 
Selain mengucap astaghfirullahalazim, ada istighfar yang sempurna karena memiliki makna yang lebih mendalam dan menyeluruh, yakni Sayyidul Istighfar.
 
Dari Syaddad bin Aus Radhiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , “Sesungguhnya Istighfâr yang paling baik adalah seseorang hamba mengucapkan :
 
“Allahumma anta robbii laa ilaaha illaa anta, kholaqtanii wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu, abuu-u laka bini’matika ‘alayya, wa abuu-u bi dzanbii, faghfirlii fainnahuua laa yaghfirudz dzunuuba illa anta”
 
[Ya Allah Engkau adalah Tuhanku, Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Engkau, Engkau yang menciptakanku, sedang aku adalah hamba-Mu dan aku diatas ikatan janji -Mu dan akan menjalankannya dengan semampuku, aku berlindung kepadamu dari segala kejahatan yang telah aku perbuat, aku mengakui-Mu atas nikmat-Mu terhadap diriku dan aku mengakui dosaku pada-Mu, maka ampunilah aku, sesungguhnya tiada yang mengampuni segala dosa kecuali Engkau]
 
(Rasullah bersabda) "Barangsiapa membacanya di waktu siang dengan keyakinan lalu mati di hari itu sebelum sore tiba, maka ia termasuk ahli syurga. Dan barangsiapa mengucapkannya di waktu malam dengan penuh keyakinan lalu ia mati sebelum subuh tiba, maka ia termasuk ahli syurga.”
 
Dalam Al Qur'an, Allah SWT juga memerintahkan umat Muslim agar senantiasa memohon ampunan kepada-Nya.
 
"Dan mohon ampunlah kepada Allâh. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (an-Nisa/4:106).
 
Orang yang selalu memohon ampunan kepada Allah, maka akan selalu mengingat-Nya dan selalu terjaga dari perbuatan maksiat, sehingga Allah pun akan cinta kepadanya. Sebagaimana firman Allah:
 
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri” (QS.al-Baqarah: 222).
 
Wallahu A'lam Bishawab
Editor : Asiyah Afiifah
Sumber : Radio Dakta
- Dilihat 587 Kali
Berita Terkait

0 Comments