Jelang Pilpres 2019 /
Follow daktacom Like Like
Sabtu, 13/04/2019 21:57 WIB

Kedua Paslon Saling Bantah Soal Pajak

Pasangan Prabowo-Sandi dalam Debat terakhir pilpres 2019.jpg
Pasangan Prabowo-Sandi dalam Debat terakhir pilpres 2019.jpg
JAKARTA, DAKTA.COM - Kedua pasangan Capres-Cawapres yang bertarung di atas panggung debat pamungkas saling beradu argumen mengenai masalah perpajakan dan pendapatan negara.
 
Pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno berjanji akan menaikkan rasio pajak (tax ratio) yang saat ini baru mencapai 10,9%.
 
"Pada zaman Orde Baru, tax ratio kita pernah menyentuh angka 16%. Saya akan kembali menaikkan ini hingga mencapai 19%, bagaimana caranya? Kita harus berani kejar mereka yang tidak mau membayar pajak," papar Prabowo.
 
Sementara itu, pasangannya Sandiaga Uno juga memperingatkan bahwa penerimaan negara tidak hanya diperoleh melalui pajak, melainkan juga dengan zakat.
 
"Waktu di DKI Jakarta, kami membuat Mall Sadar Zakat, untuk meningkatkan kepatuhan terhadap penerimaan zakat," imbuhnya.
 
Namun Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo membantah argumen dari Prabowo, menurutnya dengan menaikkan tax ratio secara drastis akan menyebabkan perekonomian mengalami gejolak.
 
"Menaikkan tax ratio dari 10% ke 19% artinya ada sekitar 5% dari GDP kita ditarik menjadi pajak, ini akan menyebabkan shock economy," bantah Jokowi.
 
Sementara itu, pasangannya Maruf Amin menjelaskan penerimaan negara melalui zakat sudah dilakukan oleh lembaga Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).
 
"Namun ke depan kami ingin Lembaga Amil Zakat ini bukan hanya sebagai penerima zakat, tapi pengambil zakat sesuai dengan ajaran dalam agama," tutupnya. **
Reporter : Boy Aditya
Editor : Asiyah Afifah
- Dilihat 113 Kali
Berita Terkait

0 Comments