Galeri Dakta /
Follow daktacom Like Like
Senin, 08/07/2019 07:53 WIB

Menempatkan Adil di Segala Lini Kehidupan

Taklim Bulanan Radio Dakta bersama Ustadz Fahmi Salim
Taklim Bulanan Radio Dakta bersama Ustadz Fahmi Salim
BEKASI, DAKTA.COM - Kebutuhan manusia tidak hanya sekadar makan, minum, bekerja, dan bersosialisasi, tetapi ada hal yang secara naluriah menjadi kebutuh pokok dari setiap manusia dan hamba Allah, yaitu diperlakukan dengan adil.
 
Dalam Taklim Bulanan Radio Dakta pada Ahad (7/7) bersama Ustadz Fahmi Salim, ia menjelaskan makna dari keadilan yang harus diterapkan di segala lini kehidupan manusia.
 
"Islam menempatkan adil secara istimewa. Setiap orang tidak akan nyaman dalam menjalani kehidupan kalau ia dizolimi baik dari keluarga, tetangga, maupun penguasa, pasti mereka akan berontak," ucap Wakil Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat itu.
 
Menurutnya adil adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya, artinya tidak berat ke kanan ataupun ke kiri. Harus seimbang dan proporsional.
 
Allah SWT memerintahkan kaum Muslimin bukan hanya beribadah,  melainkan juga untuk berbuat adil kepada setiap manusia. Karena dalam Al Qur'an, Allah SWT berfirman bahwa manusia akan menjadikan manusia sebagai Khalifah di muka bumi.
 
Allah SWT berfirman: "Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, Aku hendak menjadikan khalifah di bumi. Mereka berkata, Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu? Dia berfirman, Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 30)
 
"Artinya setiap manusia adalah pemimpin bagi kaumnya ataupun bagi dirinya sendiri. Segala perbuatannya itu akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah," katanya.
 
Lebih lanjut, Ustadz Fahmi mengungkapkan bahwa sering kali umat Islam diperlakukan tidak adil sejak zaman kemerdekaan, padahal umat Islam sebagai komponen elemen terbesar di negeri ini. 
 
"Ketidakadilan itu misalnya hak haknya diabaikan dan sejarahnya kadang digelapkan, sehingga umat Islam merasa dikecilkan kontribusinya. Padahal umat Islam lah yang memperjuangkan keadilan dan kemerdekaan di negeri ini," tegasnya.
 
Kewajiban utama pemimpin adalah menjalankan amanah dengan baik dan menetapkan hukum seadil-adilnya.
 
Allah SWT berfirman: "Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil. Sungguh, Allah sebaik-baik yang memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat." (QS. An-Nisa' 4: Ayat 58)
 
Ia melihat jika pemimpin atau penguasa tidak berpihak pada umat Islam maka akan timbul ancaman atau bahaya yang luar biasa terhadap keutuhan bangsa.
 
"Untuk itu kita harus menguatkan politik Islam, ekonomi Islam, dan memprioritaskan pendidikan. Kalau kita bisa membenahi insya Allah bisa memimpin bangsa ini dengan adil," pungkasnya. **
 
 

 

Editor : Asiyah Afiifah
Sumber : Radio Dakta
- Dilihat 358 Kali
Berita Terkait

0 Comments