Nasional / Hukum dan Kriminal /
Follow daktacom Like Like
Jum'at, 12/04/2019 16:43 WIB

Relawan Kornas Minta KPK Dilibatkan Usut Pengganda Surat Suara di Malaysia

Surat suara Pilpres 2019. ( Foto: Antara )
Surat suara Pilpres 2019. ( Foto: Antara )

JAKARTA, DAKTA.COM - Upaya kecurangan pemilu terbongkar dengan ditemukannya surat suara yang tercoblos pasangan nomor urut 01 di Selangor Malaysia memberi tamparan keras badan penyelenggara pemilu.

Beredarnya video penggerebekan yang dilakukan Badan Tim Pemenangan Pasangan Calon beserta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang mendapati ratusan ribu surat suara yang sudah tercoblos pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden nomor urut 01 , Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin serta Calon Anggota DPR RI dari salah satu partai politik koalisi pasangan nomor urut 01 dan ini membuktikan bahwa lemahnya pengawasan terhadap produksi dan distribusi surat suara.

Ricky Sebastian Hafiz, Ketua Ketua Koalisi Relawan Nasional Adil Makmur (Kornas Adil Makmur) mengatakan, dalam hal ini, Bawaslu, KPU bersama KPK harus turut serta mengusut hal tersebut, karena jika terindikasi adanya duplikasi surat suara, pihak vendor sudah menyalahi aturan atas kesepakatan dalam menyediakan surat suara Pemilu 2019 yang akhirnya dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang ingin berbuat curang pada pemilu 2019 mendatang.

"Ditemukannya surat suara yang tercoblos tersebut, indikasi kecurangan secara sistematis sangatlah besar dan terindikasi melibatkan Pihak ketiga, yaitu penyedia jasa percetakan surat suara, karena duplikat kertas suara yang beredar banyak dan sudah di coblos tersebut bukan tidak mungkin adanya kesengajaan menduplikasi surat suara tersebut," ucapnya di Jakarta, Jumat (12/4).

Ketika pemenang lelang pencetakan surat suara, ada persyaratan-persyaratan khusus yang harus dipatuhi oleh setiap vendor percetakan dan salah satunya jumlah surat suara sesuai dengan kebutuhan serta cadangan surat suara. Namun, dengan adanya kasus ini, surat suara yang dicetak mungkin lebih banyak dan tidak sesuai dengan SPK antara pemerintah melalui KPU selaku penyelenggara dengan vendor yang mendapat proyek lelang pencetakan surat suara tersebut.

"Semoga percobaan kecurangan Pemilu yang terjadi di Malaysia tidak menular ke wilayah lain, dibutuhkan pemeriksaan intensif baik Bawaslu, KPU, KPK, Polri, serta elemen tim pemenangan agar dapat melaporkan segala potensi kecurangan yang berakibat cacatnya pesta demokrasi 2019 di Indonesia," katanya.


 

Reporter : Warso Sunaryo
Editor : Dakta Administrator
- Dilihat 216 Kali
Berita Terkait

0 Comments