Jelang Pilpres 2019 /
Follow daktacom Like Like
Jum'at, 12/04/2019 09:57 WIB

Pesan UAS kepada Prabowo: Jadilah Pemimpin yang Adil

Prabowo Subianto bertemu Ustadz Abdul Somad (Istimewa)
Prabowo Subianto bertemu Ustadz Abdul Somad (Istimewa)

JAKARTA, DAKTA.COM - Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto bertemu dan berdialog dengan pendakwah kondang asal Riau Ustadz Abdul Somad (UAS) pada Kamis (11/4) sore.

Abdul Somad meminta kepada Prabowo untuk bersikap adil jika nantinya terpilih sebagai Presiden. UAS berpesan agar Prabowo tabah dan kuat serta menyerahkan diri kepada Allah SWT.

"Tujuh golongan yang mendapatkan naungan Allah, yang pertama pemimpin yang adil. Semoga bapak termasuk dalam golongan tersebut," ucap UAS.

UAS menyampaikan, jihad paling besar adalah jihad menjadi seorang pemimpin karena harus bersikap adil bagi rakyatnya.

"Sampai kata Imam Ahmad bin Hambal berkata, seandainya doamu makbul dan doa itu cuma satu, maka minta lah pemimpin yang adil. Kalau bapak hadir seluruh negeri ini akan mendapatkan keadilan," katanya.

Dalam pertemuan itu, Ustadz Abdul Somad merasa lega karena telah menyampaikan amanah dari para ulama yang ia temui.

"Saya keliling ke mana-mana, umat, 'Prabowo Prabowo'. Tapi saya masih tetap karena mata kita kan kadang tertipu, kita di tepi sungai kita lihat ada tongkat bengkok, tapi kita tarik ternyata lurus, mata menipu. Saya khawatir jangan-jangan saya tertipu oleh Pak Prabowo. Oleh sebab itu, saya cari ulama yang tidak masyhur, tidak populer, tapi mata batinnya bersih," terang UAS.

UAS mengaku tidak bertanya soal pilihannya untuk Prabowo kepada ulama yang tidak populer dan membiarkan sang ulama membaca hatinya. Ulama yang tidak disebutkan namanya itu pun kemudian membisikkan nama Prabowo.

"Saya tidak mau tanya, saya biarkan dia baca hati saya, ngerti nggak dia, dan ketika datang, saya dekatkan ke telinga, apa kata dia, 'saya bermimpi lima kali ketemu dia', saya tanya siapa?, kata dia 'Prabowo'. Kalau mimpi satu kali bisa jadi dari setan. Tapi lima kali dia mimpi ketemu Bapak, itu sinyal dari Allah," ungkapnya.

Bukan hanya satu ulama, begitu juga ketika UAS berkunjung ke ulama lainnya yang tidak dikenal masyarakat. Mereka juga, menyebutkan nama Prabowo.

"Jadi saya berpikir lama, ini kalau saya diamkan sampai pilpres, kenapa mereka cerita sama saya, tiap malam saya berpikir. Berarti harus disampaikan. Kalau tidak, ini seumur hidup akan jadi penyesalan, 'Abdul Somad kenapa tidak kau ceritakan'. Setelah pertemuan ini selesai, ku serahkan semuanya kepada Allah, apa yang terjadi sama saya, saya serahkan ke Allah SWT, ya Allah yang penting sudah saya sampaikan, plong, malam ini saya bisa tidur lelap," ucapnya.

UAS juga berpesan kepada Prabowo jika menjadi Presiden RI agar jangan diundang ke Istana dan jangan berikan dirinya jabatan apapun.

Di akhir dialog, UAS memberikan dua cenderamata, yakni parfum dan tasbih dari Persia. Tasbih itu kata UAS untuk digunakan dalam berdzikir mengingat Allah SWT. **

Editor : Asiyah Afifah
Sumber : Radio Dakta
- Dilihat 233 Kali
Berita Terkait

0 Comments