Daktatorial /
Follow daktacom Like Like
Kamis, 04/07/2019 16:29 WIB

Apa Kata Netizen: Catatan Mudik 2019 Si Obat Rindu Masyarakat +62

Mudik
Mudik

BEKASI, DAKTA.COM - Netizen, siapa sih yang tidak mau mudik? Mudik erat kaitannya dengan perayaan Lebaran. Tradisi ini sering dilakukan oleh banyak orang untuk bisa berkumpul bersama keluarga. Biasanya, momen mudik dimanfaatkan oleh para perantau, yang berada jauh di kota besar untuk kembali ke rumah. Setiap tahun, ribuan bahkan jutaan orang terlibat dalam tradisi mudik ini.

Ada berbagai macam moda transportasi yang umum digunakan, mulai dari bus, kereta api, kapal laut, pesawat, mobil pribadi, hingga sepeda motor. Tradisi ini begitu mengakar di masyarakat Indonesia. gak heran ya netizen, jika berlebaran tanpa mudik, dirasa hampa oleh sebagian besar orang. Berikut Dira salah satu netizen yang rutin pulang kampung atau mudik.

Pemerintah melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menyiapkan beberapa strategi untuk mengurangi kemacetan jalan tol, pada saat mudik Lebaran 2019. Salah satunya penerapan sistem satu arah atau one way.

Pemerintah menyatakan optimis, arus mudik tahun ini berjalan lancar. Menteri perhubungan Budi karya sumadi meyakini, pemudik yang melintasi jalan tol tidak akan terjebak kemacetan, seperti beberapa tahun lalu. Pasalnya jalan tol trans jawa, yang terbentang dari pelabuhan merak, banten, hingga probolinggo jawa timur sudah bisa dilalui pemudik.

Selain itu netizen, ada juga kabar mengejutkan soal lonjakan tarif jalan tol Jakarta Cikampek. Tarif tol dari Karawang Barat ke Karawang Timur naik dari Rp 2500 menjadi Rp12.000 dan golongan II saja, yang tadinya 4.000 kini menjadi Rp 18.000. Akibat dari kebijakan tarif tol ini reaksi netizen yang bergabung via fan page Facebook @siaranradiodakta pun beragam, seperti pemilik akun @Rido Achmad yang mengatakan, “Bingung mau bilang apa, soalnya sudah di berlakukan. Akun lain @Syaiful Milagros Ipul ikut berkomentar, “pindah Gerbang TOL apa naikin tarif TOL secara halus, rakyat dibohongi terus nih!”. Kemudian tanggapan lain datang dari Netizen Samsul, ia berharap, mudik tahun depan pemerintah bisa merubah kebijakan transportasi, agar pemudik tidak merasa keberatan, dengan harga tiket yang mahal hampir di seluruh moda transportasi

Selain facebook,  instagram @radiodakta juga dibanjiri komentar netizen tentang kenaikan tarif tol ini. Pemilik akun @Katrin Safa  bercerita, “Pantes waktu kemarin ke bandung kok harga sama aja, padahal masuknya juga gak dari karawang, terjawab sudah. Kalau harganya semakin naik, saya dan keluarga lewat jalur biasa aja deh. Netizen ahmad juga memberikan komentar  “Ini sih bukan kenaikan tarif toll, lebih tepatnya perampokan pengguna toll, kenaikannya tidak masuk akal”.


Terkait hal tersebut, PT Jasa Marga Tbk. menjelaskan bahwa hal ini karena adanya perubahan sistem transaksi dan pentarifan di ruas Jakarta-Cikampek seiring dengan relokasi Gerbang Tol (GT) CIkarang Utama ke GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip.
Perubahan ini membuat tarif untuk wilayah tertentu mengalami penyesuaian. Corporate Communication Department Head Jasa Marga, Irra Susiyanti mengatakan ruas Jakarta-Cikampek kini menerapkan sistem terbuka sepenuhnya dari sebelumnya menggunakan sistem terbuka dan tertutup.

Jasa Marga memohon maaf atas ketidaknyamanan pengguna jalan akibat perubahan sistem transaksi dan pentarifan sebagai dampak dari relokasi dimaksud. Berdasarkan beleid yang baru, secara umum, ada empat wilayah pentarifan dengan tarif untuk golongan I berkisar Rp1.500 s.d Rp15.000.

Netizen, momen mudik ke kampung halaman kali ini, memang penuh dengan tantangan, selain harga pesawat mahal. Pemudik juga dikejutkan dengan tarif tol yang melonjak drastis dari Karawang Barat ke Karawang Timur yang semula Rp 2500 kini menjadi Rp12.000.

jadi banyak netizen saat ini lebih memilih menggunakan mobil pribadi sebagai pilihan mudik. Di samping keleluasaan dan kebebasan bisa dirasakan, dengan mobil pribadi menjadi tantangan nih bagi pemilik usaha bus antarkota, melihat fenomena pilihan warga masyarakat, memakai mobil pribadi mereka sendiri. (Hanna)

Editor : Andy Faizal
Sumber : Radio Dakta
- Dilihat 291 Kali
Berita Terkait

0 Comments