Jurnal Haji /
Follow daktacom Like Like
Rabu, 03/07/2019 19:49 WIB

Kementerian Kesehatan Menyiapkan 79 Ton Obat-Obatan Untuk Jamaah Haji Tahun 2019

JAKARTA, DAKTA.COM - Kementerian Kesehatan memastikan jumlah total obat yang tersedia untuk jamaah haji tahun ini totalnya 79 ton. Jumlah ini sudah termasuk dengan penambahan kuota haji sebanyak 10 ribu orang.

 

"Obat-obatan totalnya jadi 79 ton," kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Indonesia Eka Jusup Singka kemarin.

 

Eka mengungkapkan, 79 ton itu tidak hanya dalam bentuk tablet ukuran sedang dan kecil. Akan tetapi obat-obatan yang tersedia itu juga dalam bentuk cairan seperti infus.

 

"Jadi 79 ton itu bukan hanya tablet yang kecil-kecil," ujarya.

 

Dia menyampaikan, ketersedian jenis obat juga telah disesuaikan dengan penyakit yang banyak diderita jamaah. Penyakit yang banyak diderita jamaah di kelompok terbang adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan batuk.

 

Dari pola penyakit seperti itulah, Pusat Kesehatan haji harus melakukan rehidrasi dengan mempersiapkan cairan infus yang cukup banyak. Sehingga cairan infus juga jumlahnya harus melebihi jumlah jamaah haji yang sejumlah  221 ribu jamaah.

 

Sedangkan kata Eka, jamaah haji yang rawat jalan itu jumlahnya sampai mencapai 400 ribu lebih.

 

"Sebanyak 400 ribu itu adalah jumlah kasus yang ditangani," jelasnya.

 

Jadi kata Eka, dapat disimpulkan bahwa selama kurun waktu penyelenggaraan ibadah haji di kelompok terbang (kloter) satu jamaah haji rata-rata dua kali diperiksa kesehatannya oleh dokter.

 

Eka menuturkan, sakit yang banyak di derita jamah haji di kloter itu penyakit ISPA dan batuk. Untuk mengobati ISPA dan batuk obatnya dalam bentuk cairan sehingga kenapa jumlah obat terkesan banyak hingga mencapai 79 ton.**

Sumber : Republika
- Dilihat 198 Kali
Berita Terkait

0 Comments