Nasional / Hukum dan Kriminal /
Follow daktacom Like Like
Rabu, 10/04/2019 12:57 WIB

Kasus Audrey, LPA Generasi Sesalkan UU SPPA Anak Tidak Berjalan

ilustrasi pengeroyokan
ilustrasi pengeroyokan
JAKARTA, DAKTA.COM - Seorang siswi SMP di Pontianak bernama Audrey (15) yang menjadi korban pengeroyokan dari 12 siswi SMA mendapatkan sorotan tajam dari publik. Bahkan warganet sudah membuat petisi dengan tagar #JusticeForAudrey yang telah ditandatangani kurang lebih sebanyak 2,4 juta orang.
 
Menanggapi peristiwa tersebut, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Generasi, Ena Nurjanah menilai kasus ini mencuat ke publik akibat UU Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) tidak berjalan dengan baik.
 
"Sebenernya aparat penegak hukum dan pihak-pihak yang paham mengenai perlindungan anak pasti tahu harus melakukan apa. Ini karena UU Perlindungan Anak dan UU SPPA tidak dijalankan," jelas Ena dalam siaran persnya di Jakarta, pada Rabu (10/4).
 
Mengenai munculnya petisi yang dibuat oleh para warganet, Ena menilai hal ini sebagai bentuk ekspresi kemarahan publik terhadap ketidakadilan kepada korban.
 
"UU SPPA justru dibuat bagi anak yang menjadi pelaku harus seperti apa (hukumannya). Perlakuan terhadap korban juga masih kurang, seperti bentuk ganti rugi bagi korban, belum secara jelas dirinci dan bagaimana melakukannya," imbuhnya.
 
Ena berpendapat bahwa faktor penyebab anak-anak bertindak kekerasan adalah karena meniru apa yang mereka lihat dan rasakan di lingkungan sekitar.
 
"Anak-anak ini meniru contoh yang ada di masyarakat, medsos, TV, dan internet tentang kekerasan yang dilakukan tanpa pikir panjang. Bisa juga karena tidak ada figur di rumah yang bisa membimbing mereka," tutupnya. **

 

Reporter : Boy Aditya
Editor : Asiyah Afifah
- Dilihat 309 Kali
Berita Terkait

0 Comments