Nasional / Ekonomi /
Follow daktacom Like Like
Rabu, 26/06/2019 10:03 WIB

Penutupan Ritel-ritel Modern karena Strategi Bisnis?

Supermarket Giant
Supermarket Giant
 
JAKARTA, DAKTA.COM - Ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Ahmad Heri Firdaus menilai, tumbangnya ritel-ritel besar di Indonesia disebabkan karena banyak faktor, di samping menjamurnya platform niaga daring, juga karena ada permasalahan daya beli masyarakat.
 
Firdaus juga menyampaikan, adanya gaya dan perubahan dari perilaku konsumen yang ingin lebih praktis dan instan bisa menjadi penyebab beberapa ritel offline tutup.
 
"Setiap ritel itu dituntut untuk inovasi dan inovatif dalam mengikuti dinamika perilaku konsumen, strategi letak lokasi toko ritel mereka dengan mendapatkan hasil yang optimal dan ini merupakan strategi perusahaan untuk bersaing," bebernya kepada Dakta saat dihubungi, Selasa (25/6).
 
Meskipun demikian, Heri menegaskan inovasi bisnis dari offline ke online turut mempengaruhi keberlanjutan bisnis ritel. Jika itu tidak cepat dijalankan, kemungkinan bisa tertinggal.
 
PT. Hero Supermarket Tbk menyatakan sedang melakukan efisiensi melalui penutupan sejumlah gerai. Hero menyatakan sebanyak 532 karyawan terkena dampak efisiensi tersebut, dengan 92 persen di antaranya telah sepakat mengakhiri hubungan kerja dengan perseroan.
 
Sebanyak 26 toko Hero sudah tutup. Karyawan yang terdampak  telah mendapatkan hak sesuai undang-undang Kementrian Tenaga Kerja RI Nomor 2003 tentang Ketenagakerjaan.
 
Hero Supermarket mengalami penurunan penjualan bisnis makanan yang lebih rendah dari pada tahun sebelumnya. meski begitu, bisnis non makanan tetap menunjukan pertumbuhan cukup kuat.
 
Per 30 september 2018, perseroan mengoprasikan 448 toko. Jumlah itu terdiri atas 59 toko Giant Ekstra, 96 toko Giant Ekspres, 31 toko Hero Supermaket, tiga Giant Mart, 258 Guardian Healt dan Beauty, serta satu toko IKEA. (Oji)
Editor : Asiyah Afifah
Sumber : Radio Dakta
- Dilihat 244 Kali
Berita Terkait

0 Comments