Pemilu 2019 /
Follow daktacom Like Like
Senin, 01/07/2019 19:38 WIB

DDII Respon Penetapan Pemenag Pilpres 2019

Aparat kepolisian berjaga di depan Gedung MK jelang putusan sidang sengketa Pilpres
Aparat kepolisian berjaga di depan Gedung MK jelang putusan sidang sengketa Pilpres

BEKASI, DAKTA.COM - Pemilihan Umum memilih Presiden (Pilpres) dan anggota Legislatif Pusat dan Daerah (Pileg) telah selesai dilaksanakan. Hasil Pilpres yang diumumkan pada tanggal 21 Mei 2019 telah menimbulkan banyak reaksi karena masyarakat melihat banyaknya kecurangan yang masif, pelanggaran UU Pemilu maupun kenyataan di lapangan yang sangat kentara disaksikan dan dirasakan oleh banyak rakyat hampir di seluruh Indonesia, hingga Paslon 02 memajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Namun MK dengan keputusanya pada tanggal 27 Juni 2019, tetap memenangkan Paslon 01 dengan alasan bukti yang diajukan tidak cukup meskipun kejanggalan dan tragedi meninggalnya lebih dari 500 petugas pemilu, suatu preseden yang tidak pernah terjadi dalam sejarah pemilu di Indonesia, tetapi tidak dapat izin autopsi untuk memastikan sebab kematian mereka.

Dalam Islam, sesuatu yang sudah terjadi adalah taqdir Ilahi, karena tidak ada yang mungkin terjadi tanpa kehendak dan izin-Nya.

"Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (lauh mahfuzh)" (QS. Ar Ra'du: 39)

Ketua Umum Dewan Da'wah, Drs. H. Mohammad Siddik, MA mengatakan taqdir ini adalah ujian bagi kita semua yang harus menjadi pelajaran dan jika memang benar ada pengkhianatan amanah (pembohongan) publik, tentu bisa membawa azab Allah SWT.

"Seandainya para penduduk negeri-negeri mengimani para rasul mereka dan mengikuti mereka serta menjauhi apa yang Allah telah melarang mereka, Maka Allah akan membukakan bagi mereka pintu-pintu kebaikan dari setiap arah, akan tetapi mereka mendustakan, maka Allah pun menjatuhkan siksaan yang membinasakan pada mereka akibat kekafiran dan perbuatan maksiat mereka.” (QS. Al A'raf:96)

Paslon 02 menghormati putusan MK sambil mencari peluang hukum yang lain. Presiden dan Capres 01 yang dinyatakan menang oleh MK  menyatakan bahwa mereka adalah Pesiden dan Wakil Presiden untuk seluruh rakyat Indonesia dan bukan hanya untuk partai-partai koalisi.

"Logikanya ialah bahwa Presiden dan Waspres 2019-2024 harus juga memperhatikan tuntutan dan aspirasi rakyat dan memberi jaminan bahwa kekhawatiran dan kecemasan Paslon 02 beserta rakyat dari pendukungnya yang jumlahnya kurang lebih setengah Bangsa ini tidak akan terjadi," ucapnya dalam keterangannya kepada Dakta, Senin (1/7).

Ini harus tercermin dalam program pemerintah kedepan yang nyata untuk memperkuat NKRI dan menjaganya dari kemungkinan dominasi politik, ekonomi dan kebudayaan asing dengan mengurangi secara signifikan beban utang negara dari luar negeri yang pasti berdampak kepada rakyat.

Kemudian menjamin lapangan kerja bagi anak bangsa, memfasilitasi umat Islam melaksanakan syariatnya sesuai Pancasila dan UUD 1945 lebih baik dari yang selama ini dan mencegah timbulnya ajaran dan gerakan komunis/atheis.

Hal itu demi terciptanya kekuatan dan ketahanan mental dan ketahanan nasional serta peluang ekonomi kepada sebagian besar rakyat yang masih belum sejahtera.

"Kita juga mengharapkan agar Pemerintah yang akan datang menetapkan missinya menjadikan NKRI sebagai Negara yang terkuat dan Bangsa yang terhormat dikawasan Asia Tenggara," katanya.
 
Karena itu, seluruh rakyat Indonesia, termasuk pendukung Paslon 02 perlu melihat kedepan dan meneruskan khidmat dan pengabdian untuk Agama, Bangsa dan Negara yang tetap menjadi kewajiban kita dalam situasi dan kondisi apapun juga.

Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) juga mengimbau segenap ummat Islam dan rakyat Indonesia untuk mencermati taqdir Allah ini secara baik dan tidak memanjatkan do'a yang negatif ataupun melaknat pejabat terpilih ataupun pelaksana pemilu termasuk Para Hakim Konstitusi karena itu hanya akan membawa murka Allah SWT.

"Mari kita semua bertawakkal kepada-NYA, biarlah masing-masing mempertanggung jawabkan perbuatan mereka karena mereka telah bersumpah dan berjanji dengan nama-NYA," jelasnya.

"Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya." (QS. At Thalaq:3)

Menurutnya, bagi umat yang beriman, maka tentulah kita harus meyakini segala kesulitan dan tantangan yang ada dihadapan kita semua harus dihadapi dengan ketaqwaan. Karena Allah SWT telah menjamin bagi orang-orang yang bertaqwa jalan keluar bagi segala permasalahan yang ada.

"Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar." (QS. At Thalaq: 2)

"Mari kita terus melaksanakan kewajiban da’wah yang merupakan kewajiban setiap insan Muslim. Mari kita doakan dan usahakan kejayaan NKRI  dengan rakyatnya yang dapat keridhaan dan maghfirah Allah SWT," pungkasnya. **

Editor : Asiyah Afifah
Sumber : Radio Dakta
- Dilihat 299 Kali
Berita Terkait

0 Comments