Bekasi / Kabupaten /
Follow daktacom Like Like
Selasa, 02/04/2019 13:53 WIB

Kadernya Terlibat Suap Meikarta, DPD Golkar Tetap Optiomis pada Pemilu

Bendera Partai Golkar
Bendera Partai Golkar
CIKARANG, DAKTA.COM - Kasus suap Meikarta menjerat Neneng Hasanah Yasin yang merupakan mantan Bupati Bekasi sekaligus Ketua DPD Partai Golkar.
 
DPD Partai Golkar telah mengganti Ketua DPD Partai Golkar terkait adanya persoalan itu, dalam fakta persidangan kasus suap Meikarta menyebutkan kader Golkar juga ikut menikmati aliran dana Meikarta diantaranya Ketua DPRD Sunandar dan Anggota DPRD Sarim Saefudin.
 
Sunandar bersama pimpinan DPRD Kabupaten Bekasi meminta jatah Rp1 miliar, sementara Sarim yang tergabung dalam Pansus Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), ikut menerima aliran dana dan menikmati fasilitas berlibur ke Thailand.
 
Adanya kader Golkar yang menerima aliran dana Meikarta, disebut-sebut bakal mempengaruhi suara Golkar di Kabupaten Bekasi yang merupakan pemenang Pemilu 2014.
 
Ditanya mengenai hal itu, Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Golkar Kabupaten Bekasi, Ahmad Budiarta mengatakan kasus Meikarta tidak mempengaruhi suara partainya, karena dilakukan oleh personal kader bukan partai.
 
"Tinggal nantinya, seluruh kader yang menjadi caleg dapat memaksimalkan suaranya, selain itu pengurus di tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa mampu memperoleh suara di masyarakat," terangnya di Cikarang, Selasa (2/4).
 
Sementara untuk target Pemilu 2019, Ahmad Budiarta optimis partainya mampu mempertahankan suaranya dengan memperoleh 10 kursi di tingkat DPRD Kabupaten Bekasi. **
Reporter : Ardi Mahardika
Editor : Asiyah Afifah
- Dilihat 223 Kali
Berita Terkait

0 Comments