Nasional / Pendidikan /
Follow daktacom Like Like
Jum'at, 22/03/2019 15:37 WIB

Kemenristekdikti Jamin Pemilihan Rektor PTN Berjalan Transparan

Menristekdikti M. Nasir
Menristekdikti M. Nasir
JAKARTA, DAKTA.COM - Menristekdikti M. Nasir menjamin pemilihan rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di bawah Kementeriannya dilakukan secara transparan. 
 
Menanggapi masalah jual beli jabatan di universitas Islam negeri (UIN) dan institut agama Islam negeri (IAIN) di lingkungan Kemenag, Nasir menjelaskan prosedur yang harus dilakukan untuk menjadi seorang rektor PTN adalah melalui pemilihan senat sebelum diserahkan namanya kepada Menteri. 
 
"Kementerian kami pernah pengalaman semua, pernah 100% diambil pemerintah tapi dinamikanya tidak berkembang. Pernah 100% pada perguruan tinggi, tapi yang terjadi malah konflik terus," terang Nasir di Jakarta pada Jumat (22/3).
 
Nasir mengatakan, ada porsi suara yakni sebesar 65% kepada dewan senat dan 35% kepada Kementerian, hal ini dilakukan untuk mencegah adanya dinamika politik yang terlalu berlebihan di lingkungan kampus. 
 
"Dalam seleksi ini selalu saya lacak melalui PPATK, bagaimana kekayaan yang dimiliki. Semuanya saya lakukan sebelum hak prerogratif digunakan untuk memilih rektor yang terbaik," ucapnya.
 
Sebelumnya mantan Ketua MK, Mahfud MD buka-bukaan terkait adanya jual beli jabatan untuk posisi rektor di Universitas Islam Negeri di bawah lingkungan Kemenag. 
 
Hal ini mencuat lantaran operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh KPK atas dugaan jual beli jabatan di Kanwil Kemenag Jatim yang menyeret Mantan Ketum PPP Romahurmuzy. 
 
Salah satu dari kasus-kasus yang diungkap Mahfud MD, adalah soal pemilihan rektor di UIN Alauddin Makassar. Ia menyebut nama Prof Andi Faisal Bakti, yang dua kali menang pemilihan rektor di UIN, namun tidak pernah dilantik. Masing-masing saat terpilih jadi rektor di UIN Alauddin Makassar dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. **
Reporter : Boy Aditya
Editor : Asiyah Afifah
- Dilihat 444 Kali
Berita Terkait

0 Comments